Telp. 0333 425001 / Fax. 0333 417437

Berita Kisah Budaya Banyuwangi akan Dibawa ke Forum Budaya Internasional

Kisah Budaya Banyuwangi akan Dibawa ke Forum Budaya Internasional

Banyuwangi - Kunjungan ke Banyuwangi yang dilakukan oleh Yayasan Warna-warni Indonesia yang diketuai oleh Krisnina Maharani Akbar Tandjung, istri dari tokoh senior dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, memiliki kesan tersendiri bagi lembaga nirlaba ini. Bahkan rencananya, kisah Banyuwangi melestarikan tradisi dan budayanya akan dibawa ke forum budaya internasional di Bali. 

Menurut Nina, sapaan Krisnina Maharani, Yayasan Warna-warni Indonesia dijadwalkan akan menghadiri diskusi The International Conference on Language, Literature, Culture, amd Education di Bali, 19 - 20 September 2017 mendatang. Dalam forum ini, dirinya akan berbicara bagaimana Banyuwangi menggalakkan pariwisata namun tetap memegang teguh tradisi dan budayanya. 

"Saya habis ini ikut forum budaya internasional di Bali, akan ada sesi diskusi dan sharing. Banyuwangi akan menjadi inspirasi saya juga," kata Nina kepada sejumlah wartawan, (12/9/2017). 

Nina mengaku terkesan dengan tradisi bahari nelayan Banyuwangi sekaligus tradisi Suku Using di Desa Kemiren yang merupakan warga asli Banyuwangi.

Nina sempat mengunjungi Banyuwangi bersama 50 orang Yayasan Warna Warni Indonesia yang dipimpinnya. Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah Sanggar Genjah Arum di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Di sanggar seni budaya itu, rombongan langsung disuguhkan seni khas Banyuwangi seperti Tari Gandrung dan musik lesung yang dimainkan nenek-nenek.

"Desa Kemiren itu eksotis, bagus banget. Saya pikir itulah kearifan lokal. Ini yang harus kita jaga di tengah arus besar budaya global, jadi kita tetap harus memiliki tradisi kita sendiri, ada kekhasan diri sendiri," ungkap Nina.

Tidak hanya itu, Nina juga melihat langsung proses pengolahan biji kopi khas warga Kemiren dan langsung bisa menikmati kelezatan kopi Banyuwangi. 

"Di sana ada pengetahuan tentang kopi, belum lagi beragam tradisinya. Desa Kemiren itu bagi saya adalah cerita yg luar biasa," ujar Nina.

Nina menilai bahwa pembangunan kebudayaan di Banyuwangi sudah berjalan. Kekhasan masing-masing wilayahnya bisa terekspos dengan baik.

"Saya dukung Pak Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) yang terus berupaya menjaga dengan menampilkan tradisi daerahnya ke setiap wisatawan. Kekhasan kampungnya di sini keluar semua. Dan yang bagus, masyarakat di Banyuwangi juga turut antusias. Banyak perubahan yang terjadi di sini," jelas Nina.

Di Banyuwangi, Nina dan rombongan yayasannya pun sempat mengunjungi sejumlah destinasi wisata, di antaranya Pantai Pulau Merah

Yayasan Warna-warni Indonesia adalah lembaga nirlaba yang berfokus pada upaya peningkatan apresiasi terhadap pluralisme, tradisi, wisata, kebudayaan, dan sejarah bangsa Indonesia. (iwd/iwd)

Source : detik.com

Berita

LAPORAN HASIL RAPAT MONITORING EVALUASI BANYUWANGI DIGITAL SOCIETY (B-DISO)

Dalam rangka pengoptimalan pelaksanaan Banyuwangi Digital Society (B-DISO) dan keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada Indonesia Digital
Selengkapnya....


56 Perusahaan Buka 10 Ribu Lowongan Kerja di Job Fair Banyuwangi

Banyuwangi -sebanyak 56 perusahaan dari dalam luar negeri ikut ramaikan Job Market Fair (JMF) di GOR Banyuwangi. Kegiatan JMF diselenggarakan selama 3
Selengkapnya....


Banyuwangi Raih Penghargaan Kota Sehat

BANYUWANGI – Satu lagi penghargaan tingkat nasional berhasil diraih Banyuwangi. Tidak sampai sepekan setelah menyabet piala Adipura 2015 pada Se
Selengkapnya....


0