Telp. 0333 425001 / Fax. 0333 417437

Berita Pusaka Perang Puputan Bayu Dikirab

Pusaka Perang Puputan Bayu Dikirab

SONGGON-Napak tilas perang Puputan Bayu yang digelar dalam rangka memperingati hari  jadi Banyuwangi (Harjaba), di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, berlangsung semarak kemarin pagi (13/12).

Berbeda dengan napak tilas yang biasa digelar selama ini, untuk tahun ini warga Desa Bayu mengarak pusaka perang puputan. Selain itu, tumpeng raksasa berisi hasil bumi juga dikirab mulai Pasar Songgon hingga wana wisata Rowo Bayu yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Sugito, mengatakan kirab pusaka perang Puputan Bayu ini baru kali pertama dilakukan. Kegiatan ini, untuk melestarikan pusaka warisan leluhur  yang ada di desanya.

“Jumlah pusaka itu ratusan, kita kirab menuju petilasan Prabu Tawang  alun,” katanya. Sesampai di petilasan Prabu Tawang Alun yang berada di kawasan wana wisata Rowo Bayu, pusaka peninggalan leluhur seperti keris dan tombak dimandikan air bunga.

Selanjutnya, kembali dimasukkan dalam peti senjata untuk disimpan kembali. “Kami meyakini pusaka itu pernah digunakan untuk perang Puputan Bayu,” cetusnya. Dalam napak tilas itu, juga digelar drama  kolosal terjadinya perang Puputan Bayu oleh warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

“Kami ingin menyajikan hal yang berbeda dan menarik,  sehingga peserta napak tilas akan jauh  lebih berkesan,” ujar ketua panitia napak tilas, Taufid, 50. Drama kolosal perang Puputan Bayu yang  digelar itu, terang dia, untuk mengingat kembali dan merenung akan sejarah yang pernah terjadi pada tahun 1771-1772.

Saat itu, terjadi perang besar dan tercatat perang paling kejam dengan menewaskan banyak korban. Rakyat Blambangan yang tidak rela tanahnya diinjak-injak penjajah, berusaha mempertahankan  wilayahnya sekuat tenaga dengan bekal  pedang, tombak, dan keris.

“Kalau ada fragmen, minimal anak-anak akan mengetahui akan sejarah perang Puputan Bayu ini,” ungkapnya. (radar) (Hsty_16122015)

Berita

Banyuwangi Bebas Abu Vulkanik

SONGGON – Aktivitas Gunung Raung memang tidak bisa diprediksi. Hingga kemarin status gunung terbesar di Pulau Jawa itu masih siaga level III. Be
Selengkapnya....


Sistem Resi Gudang (SRG) Membantu Gundahnya Petani

BANYUWANGI – Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 08/M-DAG/PER/02/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri PerdaganganNomor : 37/M-DAG/PER
Selengkapnya....


Penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknis Kelembagaan (PSETK) Program WISMP II Tahun 2015

Bertempat di Ruang Rapat Pangripta II BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi, hari Selasa, 26 Mei 2015 diselenggarakan kegiatan Penyusunan Profil Sosial Ekonom
Selengkapnya....


0