Telp. 0333 425001 / Fax. 0333 417437

Berita RAKOR SAKIP 2015

RAKOR SAKIP 2015

Penguatan akuntabilitas kinerja merupakan salah program  yang dilaksanakan dalam rangka reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan bebas dari KKN, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. Penguatan akuntabilitas ini dilaksanakan dengan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana dimaksud  dalam Perpres 29 Tahun 2014 tentang SAKIP yang pelaksanaannya diatur dalam Permenpan dan RB No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja serta Permenpan dan RB No. 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi atas Implementasi SAKIP.

Dalam rangka evaluasi SAKIP oleh Kemenpan dan RB dengan berpedoman pada Permenpan No 12 Tahun 2015 sebagaimana tersebut di atas, dilaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Evaluasi Implementasi SAKIP Tahun 2015 yang bertempat di Ruang Rapat Bina Loka Sekretariat Daerah Propinsi Jawa Timur pada Hari Jumat tanggal 21 Agustus 2015 pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai. Dengan peserta rapat adalah Pejabat Eselon III, IV dan staf dari Bagian Organisasi, Inspektorat dan Bappeda yang membidangi SAKIP dari 10 kabupaten/kota, yaitu : Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Pamekasan, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Bojonegoro. Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan Rapat koordinasi ini adalah untuk menekankan kepada 10 kabupaten/kota untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam evaluasi tersebut sehingga mendapatkan hasil penilaian yang lebih baik.

Dalam arahannya, Kepala Biro Organisasi Setda Propinsi JawaTimur, Drs. Setiadjit yang sekaligus pimpinan rapat menegaskan bahwa dalam evaluasi oleh Tim Kemenpan dan RB yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2015 sampai dengan 2 September 2015 sudah menggunakan pedoman Permenpan dan RB No. 12 Tahun 2015 dengan beberapa  perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni antara lain perubahan pada bobot penilaian, dimana Perencanaan Kinerja yang semula bobotya 35% turun menjadi 30%, Pengukuran Kinerja  semula 20% naik menjadi 25%, Pelaporan Kinerja 15%, Evaluasi Kinerja 10% dan Capaian Kinerja 20%.  Selain itu, pembobotan pengkategorian nilai juga ada yang berubah, seperti penilaian dengan kategori AA (sangat memuaskan) semula >85 - 100 menjadi  >90 - 100, A (memuaskan) semula >75 - 80 menjadi >80 - 90, BB (Sangat baik) semula tidak ada, dengan nilai >70 - 80, B (Baik) semula >65 - 75 menjadi > 60 - 70, CC (Cukup) semula >50 - 65 menjadi >50 - 60, C (kurang) >30 – 50 (tetap), dan D (sangat kurang) tetap 0 – 30.

Dalam rapat disepakati untuk masing-masing kabupaten/kota agar menyiapkan dokumen SAKIP dari 7 (tujuh) SKPD, yakni Inspektorat, Bappeda, Badan Kepegawaian, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Dinas Perindag. yang secara acak akan dipilih untuk dinilai dan melakukan presentasi selain yang wajib presentasi adalah Bupati/Wali Kota, Ka Bappeda dan Inspektur.

Dengan segala ikhtiar yang telah dilakukan Banyuwangi, maka untuk tahun ini (2015) Banyuwangi optimis mendapatkan penilaian yang memuaskan - mengingat hasil evaluasi tahun lalu hampir mencapai B dan tertinggi di Jawa Timur.

Diakhir sambutannya, Setiadjit menekankan kepada perwakilan 10 kabupaten/kota agar memanfaatkan waktu yang ada ini untuk segera melengkapai berkas/dokumen SAKIP sekaligus diuploud di Web masing-masing.

 

 

 

Berita

Kerajinan Tangan Warga Lapas Banyuwangi Dikirim ke Korea Selatan

Banyuwangi- Kondisi di balik jeruji besi tidak menghentikan kreativitas warga binaan yang mendekam di Lapas II B Banyuwangi. Melalui tangan dingin mer
Selengkapnya....


RAPAT KOORDINASI TKPK KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2012

Pada tanggal 15 juli 2012 bertempat di ruang rapat minakjinggo Pemkab Banyuwangi dilaksanakan kegiatan Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskina
Selengkapnya....


Abu Vulkanik Rinjani di Langit Banyuwangi, Bandara Blimbingsari Ditutup

Banyuwangi - Abu vulkanik anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari, mulai berpengaruh di langit Banyuwangi. Dampaknya, aktivitas Bandara Blimbingsari, dit
Selengkapnya....


0