Telp. 0333 425001 / Fax. 0333 417437

Berita Setelah Inspektur Cilik, Banyuwangi Galakkan Kantin Sehat

Setelah Inspektur Cilik, Banyuwangi Galakkan Kantin Sehat

 Pasca dibentuk inspektur cilik untuk menjaga konsumsi makanan bergizi bagi siswa di sekolah, Pemkab Banyuwangi menggalakkan gerakan jajan di Kantin Sehat. Nutrisi dan kebersihan asupan anak-anak rupanya menjadi perhatian serius Pemkab Banyuwangi. 

"Ini untuk menjaga kesehatan generasi penerus. Asupan anak harus dijaga," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikcom, Rabu (8/2/2017). 

Kantin sehat, memiliki beberapa kriteria. Selain menjaga kebersihan, Kantin Sehat juga untuk menjaga nutrisi anak-anak. Sekolah-sekolah wajib memiliki kantin sehat, yang higienis bagi para siswanya. 

Kantin sehat ini, lanjut Anas, telah digalakkan di seluruh sekolah di Banyuwangi. Sekolah-sekolah ini telah telah diedukasi seputar kriteria makanan sehat oleh Dinas kesehatan dan puskesmas setempat. 

"Ini bagian dari pengendalian makanan untuk anak. Lebih baik preventif, daripada kita nantinya disibukkan masalah penyakit akibat asupan yang salah," kata Anas.

Ditambahkan Anas, kantin sehat diwajibkan menjual jajanan sehat. Jajanan sehat mengandung gizi cukup seperti kalori, protein dan vitamin. Tak harus mahal, justru jajanan tradisional seperti getuk, gemblong, kroket, klepon, pisang goreng, singkong, dan gado-gado justru lebih sehat dan bergizi. 

"Paling penting, makanan yang dijual tidak mengandung zat yang berbahaya," tegas dia.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr Widji Lestariono menambahkan selain memberikan pendidikan masalah makanan sehat kepada sekolah, puskesmas juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap jajanan sekolah. Tak hanya di kantin sekolah, namun penjaja makanan di luar pagar sekolah juga tak luput dari cek rutin.

"Tiap tiga bulan puskesmas ambil sampling di sekolah untuk dicek apakah ada kandungan bahayanya. Apakah mengandung boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Selama ini belum kita temukan jajanan di sekolah mengandung zat yang berbahaya, namun higienitas saja yang perlu ditingkatkan," jelas dr. Rio, panggilan akrabnya.

Selain ke sekolah, puskesmas juga melakukan sosialisasi langsung ke tokoh masyarakat.

Banyuwangi telah membentuk Inspektur Cilik, yang ditugaskan salah satunya menjaga teman-temannya agar mengonsumsi makanan sehat. Inspektur ini mengawasi dan memastikan jajanan sesama temannya aman dikonsumsi. Selain itu, tugas inspektur ini untuk mendeteksi sejak dini, apabila ada temannya yang berpotensi tidak mampu sekolah. 
(fat/fat)

source : detik.com

Berita

Wow! Wisman ke Banyuwangi Naik 500% dalam 5 Tahun

Banyuwangi- Banyuwangi sungguh menjelma menjadi magnet pariwisata dalam 5 tahun. Kabupaten berjuluk Sunrise of Java itu wismannya naik 500 persen.
Selengkapnya....


Angin Kencang, Penutupan Bandara Blimbingsari Berlanjut

PENUTUPAN aktivitas penerbangan di Bandara Blimbingsari terus berlanjut. Sejak ditutup pada Jumat lalu (10/7) seluruh penerbangan dari dan menuju band
Selengkapnya....


Sego Tempong Banyuwangi yang Makin Tersisih

Liputan6.com, Jakarta: Sama halnya dengan Bali, masyarakat Banyuwangi juga dikenal memiliki akar kebudayaan yang kuat. Hal ini tergambar bukan hanya d
Selengkapnya....


0