Menpar Apresiasi Kesukesan Banyuwangi Bangun Sektor Pariwisata

 

26-02-2016 | Oleh : Bidang Kesejahteraan Rakyat & Pemerintahan

JAKARTA -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi kesuksesan Banyuwangi, Jawa Timur, yang dinilai mampu mengembangkan sektor pariwisata sebagai lokomotif untuk pembangunan daerah tersebut.
 
"Banyuwangi itu contoh konkret, CEO (pemimpin)-nya, menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya. Hasilnya setahun 1,5 juta wisnus, 30 ribu wisman," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Kamis.
 
Oleh karena itu, ia berharap daerah lain mereplikasi kesuksesan daerah tersebut dalam membangun sektor pariwisatanya. Daerah yang sering dijuluki sebagai kawasan tapal kuda itu dinilai telah terbukti mampu mengimplementasikan pariwisata sebagai sektor unggulan.
 
Wilayah berpenduduk 2 juta jiwa itu bahkan mampu menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola. Kabupaten di Jawa Timur ini sukses mengalahkan pesaingnya yakni Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico.
 
Komitmen pemimpinnya, menurut Arief, sangat jelas dalam mengalokasi sumber daya manusia (SDM) dan APBD-nya yang fokus menggarap pariwisata. Strategi yang diambil juga terbuktif efektif dengan memanfaatkan perjalanan wisatawan dari Jawa ke Bali dan sebaliknya melalui suguhan atraksi yang memaksa pikiran orang untuk singgah satu dua hari sebelum atau sesudah ke Bali.
 
"UNWTO (United Nation World Tourism Organization) atau lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata pun menganugerahkan penghargaan khusus bagi usaha keras dan konsisten Banyuwangi. Itu kebanggaan, dan semua bisa belajar dari kisah sukses kota kecil itu. Bagaimana membangun mimpi ke depan, apa yang dilihat saat ini, dan
 
bagaimana cara mewujudkan impiannya itu," kata Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom itu.
 
Untuk tahun ini, Banyuwangi telah menyiapkan 35 festival sebagai atraksi wisata untuk menarik kunjungan wisatawan. Salah satu andalannya adalah Banyuwangi Festival yang akan menawarkan sejuta pesona mulai dari seni dan budaya, olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal yang dikemas dalam festival kreatif.
 
Festival pun terbagi menjadi tiga kelas yakni festival internasional, nasional, dan lokal. Untuk tingkat dunia telah disiapkan International Tour de Banyuwangi Ijen. Untuk nasional, ada Banyuwangi Batik Festival. Sementara lokal, ada Banyuwangi Ethno Carnival.
 
Festival juga akan menampilkan berbagai atraksi wisata terbaru di antaranya Green and Recycle Fashion Week, Festival Buah Lokal, Festival Kuliner Sego Tempong, Festival Permainan Anak Tradisional, Banyuwangi Kite Festival, Festival Perkusi, dan Lare-lare Orkestra dan Kite and Wind Surf Competition. Banyaknya festival itu diharapkan menjadi berkah bagi pengelola wisata di kabupaten berjuluk Sunrise of Java itu.
(REPUBLIKA.CO.ID/Winda Destiana Putri)(rzl)