T Shirt Unik yang Naik Daun di Banyuwangi & Bukittinggi

 

04-03-2016 | Oleh : Bidang Kesejahteraan Rakyat & Pemerintahan

Banyuwangi - Liburan ke Banyuwangi dan Bukittinggi, traveler bisa mencari T shirt unik. Banyuwangi punya T Shirt bertema santet dan Bukittinggi punya T Shirt bertema Minang.
Ya, Banyuwangi memang dahulu terkenal sebagai Kota Santet. Tetapi stigma negatif tersebut ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang kreatif dan bernilai ekonomi tinggi. Di tangan anak muda Banyuwangi, santet diubah menjadi aneka kaos berdesain lucu.
Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (3/3/2016) outlet kaos 'Osing Deles' milik Zunita populer dengan kaos-kaos bertema santet ini. Dia berhasil mengubah santet dari sesuatu yang menyeramkan menjadi buah tangan yang diburu wisatawan.
Santet dituangkan menjadi desain kaos dengan kata-kata yang unik dan banyak diminati orang. Ada kaos dengan tulisan "1 2 3 santet semuanya", "86 Santet Bos", "Kejar daku, kau kusantet", "Raja Santet", "Cinta ditolak, santet bergejolak", "Arisan Santet", "Santet Addict" serta "Santet Ping Me", dan masih banyak yang lainnya.
Kaos Santet ternyata banyak diburu wisatawan (Fitraya/detikTravel)
Selain kata-kata unik bertema santet, ada pula tema-tema unik lainnya. Tentu saja ini menarik minat para wisatawan, terutama anak muda untuk memburu kaos ini sebagai oleh-oleh. Harganya berkisar Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu.
Lain Banyuwangi, lain pula apa yang bisa traveler temukan di Bukittinggi, Sumbar. Di sana ada kaos Kapuyuak yang menjadi oleh-oleh buruan wisatawan. Ini adalah kaos khas berkarakter dan bertuliskan istilah-istilah khas Minang.
Kapuyuak sendiri dalam bahasa Minang berarti Kecoak. Dipilihnya kata Kapuyuak sebagai merek dagang bertujuan agar mudah diingat orang. Awal berdiri Kapuyuak pada bulan Agustus 2010 dimana saat itu penjualan masih dilakukan melalui online.
Aneka desain lucu bertema Minang di Kapuyuak (M Catur Nugraha/d'Traveler)
Kini Kapuyuak sudah memiliki 2 buah outlet, yang pertama dibangun pada Maret 2011 di Jalan Sudirman No. 19 D Bukittinggi, kemudian outlet kedua pada Oktober 2013 di Jalan Panorama No. 4 Bukittinggi. Keduanya selalu ramai dikunjungi pembeli.
Itu karena karakter dan tulisan yang tercetak di produk yang dijual sangat kreatif serta lucu dengan tulisan bahasa Minang keseharian atau istilah-istilah lokal Minang. Ada kaos bertuliskan pesan-pesan maupun peribahasa dalam bahasa Minang yang memiliki arti dan makna yang dalam seperti "Sawah Bapamatang, Jan Ditarah Se Sadonyo", "Harimau Maandokan Kuku'.
Tak hanya motifnya saja yang berbahasa Minang, dalam menyebutkan ukuran kaos, Kapuyuak juga menggunakan bahasa lokal. Ukuran S-M-L-XL dan XXL yang biasa dijumpai pada kaos Kapuyuak berganti dengan istilah K-Ketek untuk ukuran Small, M-Manangah untuk M, G-Gadang untuk L dan GBK-Gadang BaKalabiahan untuk ukuran XXL.
Kaos Kapuyuak bisa untuk oleh-oleh dari Bukittinggi (M Catur Nugraha/d'Traveler)
Harga produk yang dijual di Sarang Kapayuak cukup terjangkau yakni kaos Dewasa (Rp 85 ribu), kaos anak-anak (Rp 75 ribu), topi (Rp 75 ribu), sweater (Rp 190 ribu), sandal (Rp 35 ribu), tote bag (Rp 65 ribu), syal (Rp 75 ribu) dan gelang karet (Rp 15 ribu).
Tidak hanya kaos, outlet yang lebih disukai disebut Sarang Kapuyuak ini juga menjual topi, sweater, sandal, tote bag, syal dan tak ketinggalan gelang karet berwarna-warni bertuliskan Kapuyuak. Jangan sampai terlewat untuk berburu kaos Kapuyuak di outlet yang yang buka mulai pukul 08.00-21.30 WIB, jika weekend tutup pukul 22.00 WIB. (detiktravel/fay)(rzl)