Penjaga Pantai dan Sungai Banyuwangi Tingkatkan Kompetensi

 

04-03-2016 | Oleh : Bidang Kesejahteraan Rakyat & Pemerintahan

Banyuwangi - Keseriusan Pemkab Banyuwangi mengelola pariwisata patut diacungi jempol. Banyuwangi yang dikenal memiliki wisata pantai terbanyak dengan panjang pantai 175 km, mencoba meningkatkan kenyamanan dan keamanan para wisatawan dengan meningkatkan kompetensi penjaga pantai (lifeguard).
Sebanyak 25 lifeguard yang bertugas di pantai-pantai di kabupaten berjuluk "The Sunrise of Java" itu baru saja dipilih menjalani pelatihan khusus.  Tak hanya penjaga pantai, skipper wisata air sungai juga ikut dalam pelatihan tersebut.
"Pekan lalu baru saja selesai kami latih khusus bersinergi dengan Kementerian Pariwisata. Instrukturnya juga sangat berkompeten," ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda kepada detikcom, Rabu (2/3/2016).
Para lifeguard yang dilatih, kata Bramuda,  adalah mereka yang biasa bertugas di pantai-pantai di Banyuwangi. Selain itu, dari sejumlah sungai yang dikembangkan menjadi destinasi arung jeram. Di antaranya dari operator wisata Bangsring Boat, Pantai Boom, Waduk Sidodadi, Bangsring Underwater, Sungai Badeng, Pantai Mustika, Teluk Banyu Biru, dan wisata Mangrove Bedul.
Peningkatan kompetensi ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas pelayanan di destinasi wisata pantai. Semakin lifeguard terlatih dan kian kompeten, mereka bisa dengan sigap melaksanakan tugas penyelamatan jika ada kejadian yang tidak diinginkan.
"Ini bagian dari upaya kami memberi kenyamanan kepada wisatawan. Berwisata di pantai-pantai yang ada di Banyuwangi untuk senang-senang sekaligus nyaman dan aman," kata Bramuda.
Bramuda merinci, para lifeguard itu dilatih tentang penanganan korban tenggelam, menangani korban yang terkena sengatan ubur-ubur, dan jenis-jenis penyelamatan lainnya. Mereka juga dibekali teknik diving, snorkeling, hingga penggunaan speed boat.
"Peningkatan kompetensi semacam ini masih terus kami lakukan. Juga akan ada sertifikasi. Dua bulan ke depan ada seratus pelaku pariwisata di Banyuwangi yang bakal mulai dididik Sekolah Tinggi Pariwisata Bali. SDM adalah penunjang sektor pariwisata selain kekayaan alam dan budaya. Jadi masalah SDM pariwisata ini juga perlu diperhatikan," pungkas Bramuda.
(detiknews/fat)(rzl)