Festival Kali Bersih, Bupati Anas: Jadikan Sungai Halaman Rumah yang Bersih

 

18-04-2016 | Oleh : Bidang Kesejahteraan Rakyat & Pemerintahan

Banyuwangi - Festival Kali Bersih (FKB), salah satu metode Banyuwangi untuk menggugah perilaku dan membangun kesadaran hidup bersih masyarakatnya. Melalui ajang ini Pemkab Banyuwangi berupaya mengubah sudut pandang warga. Yang selama ini menjadikan bantaran dan sepanjang aliran sungai sebagai keranjang sampah, beralih menjadi halaman belakang rumah yang bersih dan terawat.

"Mendorong kesadaran dan kepedulian warga berperilaku hidup bersih. Jangan hanya wajah Banyuwangi saja yang bersih tapi halaman belakang seperti sungai juga harus bersih. Festival Kali bersih ini sebagai upaya membudidayakan hidup bersih dan menjadikan sepanjang sungai sebagai halaman. Sehingga sepanjang sungai ini bisa bersih dan bukan jadi tempat buang lagi," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas usai pelaksanaan Festival Kali Bersih di Sungai Kalilo, Banyuwangi, Jumat (15/4/2016).

Anas didampingi istrinya Ipuk Festiandani datang ke Sungai Kalilo  menggunakan perahu karet milik BPBD Banyuwangi. Mereka tak sungkan langsung nyemplung masuk ke sungai bersejarah Kalilo sambil mengangkut sampah, mengecat plengsengan sungai hingga menebar bibit ikan air tawar bersama dengan warga, seluruh struktur SKPD dan Forpimda Banyuwangi.

Tahun kedua pelaksanaan FKB, Anas sengaja memboyong seluruh aparatur pemerintahan untuk nyemplung bareng ke Sungai Kalilo. Menurutnya, Sungai Kalilo telah menjadi cuplikan peradaban Banyuwangi. Dengan menggelar FKB di seluruh sungai di Kabupaten Banyuwangi secara tak langsung kegiatan ini juga berkampanye menanamkan 'budaya malu' jika buang sampah sembarangan.

Meskipun hingga saat ini masih juga dijumpai warga yang membuang sampah di bantaran dan aliran sungai. Selain itu, imbuh Anas, kebersihan sungai ini sebagai upaya melengkapi sektor pariwisata. Lantaran aliran dari seluruh sungai akan bermuara di laut kawasan Pantai Boom yang dalam waktu dekat akan menjadi marina.

"Dengan membersihkan sungai berarti ikut berkontribusi membangun Banyuwangi. Kebersihan sungai juga ikut menentukan daya saing wisata karena wisatawan sangat menikmati daerah yang lingkungannya bersih. Apalagi di Pelabuhan Boom akan dijadikan kawasan marina. Sungai-sungai yang bermuara di Pantai Boom harus dijaga benar kebersihannya," kata Anas.

Tak hanya itu, Anas menganggap FKB juga dinilai berperan penting dalam mendorong gerakan bebas buang air besar (BAB) di sembarang tempat alias Open Defecation Free/ODF, yang kini jadi inovasi publik terbaik di Jatim.

"Ini juga sejalur dengan gerakan ODF, mulai bersih meskipun masih ada masyarakat masih yang membuang sampah di sungai, kami harap masih bisa menjaga sungai ini bersama. Sungai bersih cerminan masyarakat yang sehat," pungkasnya.


(fat/fat)(rzl)