Meriah, Karnaval HUT Ke - 71 Kemerdekaan RI di Banyuwangi

 

22-08-2016 | Oleh : Sekretariat

BANYUWANGI - Bermacam atraksi ditampilkan dalam karnaval Agustusan kalangan pelajar dan mahasiswa di jalan utama Banyuwangi kemarin, Sabtu (20/8). Masing - masing kontingen sekolah menampilkan kebolehannya.

Ada yang menampilkan aksi teatrikal. Peragaan bermacam busana pun ditampilkan dengan tema khusus, hingga band Jongkok (permainan musik tradisional) serta atraksi chef siswa memasak sambil berjalan.

Karnaval Agustusan itu dibuka wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf  Widyatmoko, di depan Kantor Pemkab Kabupaten Banyuwangi pukul 13.00 kemarin (20/8). Meski sinar matahari cukup terik, rombongan drum band dari MAN Banyuwangi yang mengawali pembukaan karnaval tersebut terlihat bersemangat.

Musisi drum band tampak menebar senyum kepada undangan dan warga yang memadati pinggiran jalan A. Yani Banyuwangi. Di belakanganya, berbagai macam atraksi ditampilkan kontingen asal sekolah. Ada yang menampilkan barisan pasukan pengibar bendera lengkap dengan pakaian putih-putih.

Ada juga yang menggunakan pakaian adat berbagai daerah untuk menunjukkan keberagaman dalam semangat kemerdekaan. Tetapi yang paling banyak rombongan itu justru refleksi dari program-program Banyuwangi Festival (B-Fest).

Setiap sekolah terlihat berusaha menampilkan potensi daerah, terlebih yang sudah masuk dalam kegiatan B-Fest. Seperti yang ditonjolkan SMP 2 Glagah. Sekolah ini menampilkan tarian seblang Olehsari, serta tampilan rombongan puter kayun lengkap tiruan tumpeng yang dibawa para siswi. 

Ada pula sekolah yang menampilkan kostum-kostum ala Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), kostum bernuansa Green and Recycle dan kostum Festival Batik khas Banyuwangi. "Setiap sekolah melalui para siswa saling menunjukkan cipta, rasa dan karsa mereka dalam bentuk kreativitas. Ini adalah bentuk karakter mereka dalam menyikapi rasa nasionalisme terutama untuk mengembangkan Banyuwangi," ujar Ketua Panitia Karnaval Pelajar, Sulihtiyono.

Sulihtiyono menambahkan, karnaval Agustusan kali ini diikuti sebelas kontingen SMP dan MTS, sebelas kontingen lainnya berasal dari SMA, MA dan SMK. Dan dua kontingen dari perguruan tinggi juga ikut berpartisipasi dalam karnaval kali ini.

Selain menumbuhkan nasionalisme, menurut Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, karnaval ini juga ditujukan untuk membangkitkan rasa pluralisme para siswa. Sebab mereka menggunakan beberapa atribut dan kostum yang mewakili latar belakang yang berbeda-beda.

"Ada beberapa program unggulan Pemkab Banyuwangi seperti, Garda Ampuh yang juga ditampilkan. Mahasiswa AKABA dan Universitas Wahidiyah juga ikut berpartisipasi. Kebetulan mereka tengah KKN disini," kata lelaki yang juga Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Itu.

Selanjutnya, rombongan peserta karnaval melewati jalan A. Yani hingga jalan Dr. Soetomo menuju garis finish di depan Gesibu Blambangan. (radar)(sidekick)(r_ta/22082016)