Terpukau Pentas Jazz Berpadu Musik Tradisional Di Ujung Gang

 

23-08-2016 | Oleh : Sekretariat

Banyuwangi  –  Warga Temenggungan, Banyuwangi, Jawa Timur, sukses menggelar konser musik jazz di Kampong Wisata Temenggungan (Kawitan), kampung di tengah kota Banyuwangi.

Pertunjukan musik jazz yang bertajuk konser “Jazz Patrol Kemerdekaan” digelar warga dalam rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan ke-71. Kegiatan ini mampu menyedot banyak penonton.

Sejumlah musisi yang tampil di panggung, juga memadukan alat musik tradisional seperti angklung dan patrol. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas ikut menyaksikan dan menikmati alunan irama kolaborasi jazz dan unit Banyuwangi.

Meski hanya pentas di ujung gang, gelaran jazz kolaborasi ini menghadirkan pemusik dari luar negeri seperti Junichi Usui dari Jepang. Pemain biola dan sho–alat musik tiup khas Jepang–itu tampil atraktif saat tampil berkolaborasi dengan grup Banyuwangi Jazz Patrol yang beranggotakan pemusik dari Kampung Temenggungan.

“Meski hanya sebuah kampung, kami menyuguhkan penampilan apik. Kita sering mengundang pemusik dari mancanegara. Mereka tidak kami bayar dan datang sendiri. Ini salah satu cara kami, agar budaya seni di Banyuwangi bisa dikenal dunia,” ujar Bahtiar Janan, salah satu pembina Kawitan kepada detikcom, Minggu (21/8/2016).

Para musisi memainkan lagu-lagu klasik Banyuwangi seperti: Nyebar Jolo, Surung Dayung, Ya Ope, Luk-Luk Lumbu, Bang Cilang Cilung, Pahlawan Blambangan (Minak Jinggo).

Description: http://banyuwangi.asia/wp-content/plugins/RSS_IniDanItu/cache/fbf20_cf159236-35ee-471b-9b65-c719c7bf58e6_169.jpgPentas musik jazz di Kampong Wisata Temenggungan (Kawitan)/Foto: Ardian Fanani/detikcom

Selain itu, beberapa lagu yang relatif baru dengan nada pentatonik Banyuwangi dan tema lirik yg kuat juga dimainkan, seperti lagu Layangan, Impen-impenan, Kupu, Amanat, maupun lagu-lagu karangan Banyuwangi Jazz Patrol sendiri, seperti Jazz Kampung, dan Gending Isun.

“Banyak orang baru menyadari bahwa lagu-lagu Banyuwangi dengan nada-nada pentatonis ternyata sangat cocok dimainkan dalam aransemen musik jazz. Banyak penggemar musik jazz, wisatawan asing dan lokal suka dengan suguhan ini. Tiap bulan selalu kita tampilkan performa mereka dan banyak sambutan,” imbuhnya.

Bahkan menurut Bahtiar, Sabtu (13/8) lalu, Kampong Temenggungan dikunjungi oleh Claude Colpaert, musisi jazz sekaligus presiden Jazz en Nord Festival (organisasi penyelenggara festival jazz terbesar di Perancis Utara) untuk berkolaborasi dengan Banyuwangi Jazz Patrol.

“Sudah saatnya tiap kampung memiliki ciri khas tersendiri untuk menyedot wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara. Ini yang kami lakukan mendukung kegiatan pariwisata Banyuwangi,” imbuhnya.

Dalam konser ini tampil pula penyanyi terkenal Banyuwangi Catur Arum, Ali Gardy, pemain shriek dan saxophone dari Situbondo Ethno Society, Ghuiral Sarafagus, pemain klarinet dari Sanskerta Ethnic Fusion, Jember, dan Jaringan Kampung Nusantara, turut serta meramaikan eventuality ini.

Description: http://banyuwangi.asia/wp-content/plugins/RSS_IniDanItu/cache/fbf20_c866132d-88a7-41db-8fa1-69fc1def1857_169.jpgPentas musik jazz di Kampong Wisata Temenggungan (Kawitan)/Foto: Ardian Fanani/detikcom

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi acara ini. Anas berharap, kreativitas warga di desa-desa Banyuwangi dapat dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata Banyuwangi.

“Kita terus mengapresiasi kegiatan seperti ini. Masyarakat sudah mulai sadar mengenalkan potensi budaya dan seninya melalui eventuality yang menunjang pariwisata. Di Kawitan sudah ada kegiatan seperti ini, dan memicu adanya homestay perekonomian masyarakat tumbuh. Kita harap kampung dan desa lain bisa mencontoh,” ujarnya.

(fdn/fdn)(detik.com)(r_ta/23082016)