Jokowi Akan Resmikan Waduk Bajulmati

 

13-09-2016 | Oleh : Sekretariat

WONGSOREJO - Waduk Bajulmati segera diresmikan. Rencananya pembangunan waduk yang menelan biaya Rp 422 miliar itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Tanggal peresmian belum jelas. Ada kemungkinan peresmian dimajukan karena pada tanggal 16 September Presiden Jokowi akan menyaksikan latihan gabungan di Puslatpur Asembagus. 

Untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia, sabtu kemarin (10/9) dilakukan tinjau lapangan. Ada tim khusus yang ditunjuk Presiden Jokowi ke Waduk Bajulmati. Tim dipimpin Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso. 

Turut mendampingi Ditjen adalah Kepala Balai Besar Brantas, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, Agus Siswanto dan Kepala PU Pengairan Guntur Priambodo, "Bapak Presiden memilih Waduk Bajulmati dari beberapa proyek yang dilaporkan Bapak Menteri PU untuk diresmikan, tinjau lapang dilakukan atas perintah Bapak Menteri PU untuk melihat situasi sebenarnya sebelum diresmikan," ujar Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo.

Judul kegiatan peresmian diusulkan "Pencanangan Pemanfaatan Waduk Bajulmati oleh Bapak Presiden RI" dengan ditandai dibukanya pintu intake oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri PU, Gubernur Jatim dan Bupati. "Pak Presiden dimungkinkan meninjau tempat lain di Banyuwangi yang akan dilaporkan Bapak Menteri, menunggu usulan dari Bapak Bupati Banyuwangi'" imbuh Guntur.

Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso mengungkapkan, Pak Jokowi terus memantau perkembangan waduk yang dibangun di Indonesia. "Kamis kemrin (8/9) Beliau meminta kami untuk meninjau Waduk Bajulmati. Selasa (13/9) rencananya akan dilaporkan ke Pak Menteri untuk diteruskan ke Pak Jokowi," ujar Imam saat berada di Waduk Bajulmati, Sabtu (10/9).

Imam mengatakan, kapasitas Waduk Bajulmati mencapai 10 juta meter kubik. Pengisian awal air (impounding) waduk yang berlokasi di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo itu telah dilakukan pada Desember lalu. Dikatakan sejak impounding Desember 2015, waduk kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut telah berisi 5.5 juta meter kubik air. "Memang belum terisi semua, karena sumber aliran air sungainya masih dipakai warga, tidak semua untuk mengisi waduk. Sumber air tetap kami alirkan kebawah (areal persawahan), tidak kami tutup untuk memenuhi kebutuhan warga. Kan dibawah masih musim tanam. Target kami, musim penghujan ini bisa terisi optimal," ujar Imam.

Imam menuturkan, dengan kapasitas air mencapai 10 juta meter kubik, Waduk Bajulmati diproyeksi bisa mengairi sawah hingga 1.800 ha dan mampu mengalirkan air baku sebesar 120 liter per detik. Selain untuk  irigasi dan pasokan air baku, waduk tersebut di desain untuk beragam penggunaan (multipurpose). "Waduk ini multipurpose function, mulai sebagai irigasi, penyediaan air baku, penahan banjir, pembangkit listrik, bahkan wisata," tuturnya.

Untuk pemanfaatan pembangkit listrik, terang Imam, saat ini masih dalam kajian bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara pemerintah dan pihak swasta. "Sudah banyak perusahaan swasta yang akan berinvestasi untuk pembangkit listrik ini, namun masih kita sharing aturan-aturan kerja samanya," jelas Beliau. Potensi listrik yang bisa dihasilkan dari waduk Bajulmati akan mencapai 0,34 Mega Watt. "Potensi listrik ini akan dijual ke PLN dan untuk memenuhi kebutuhan listrik bendungan sendiri, "paparnya.

Waduk Bajulmati yang dibangun dengan dana Rp 422 miliar itu juga akan dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. Posisinya yang strategis dan panorama yang cukup memikat sangat layak dijadikan tempat rekreasi alternatif.

Imam akan segera melaporkan pekembangan pengisian Waduk Bajulmati kepada Menteri PUPR untuk diteruskan kepada Presiden Jokowi. Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Berantas, Amir Hamzah, menambahkan, pembangunan waduk di Banyuwangi ini harus diiringi dengan pembangunan embung-embung. Karena ketersediaan air ini sangat membantu warga saat musim kering tiba. "Kamis depan, Kami bersama Dinas Pengairan Banyuwangi akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan waduk ini," ujar Amir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, Waduk Bajulmati sangat bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi, terutama untuk membantu irigasi sawah dan pasokan air baku. "Di daerah Banyuwangi utara, waduk ini bisa menjadi sumber air bagi pertanian dan warga'" ujarnya.

Waduk Bajulmati juga telah menjadi destinasi baru bagi Banyuwangi. "Apalagi di dalam dan di depan gerbang waduk ada patung penari Gandrung yang ikonik," kata Guntur. (sgt/aif)(radar)