Banyuwangi, Contoh Sukses Implementasi Go Digital

 

21-09-2016 | Oleh : Sekretariat

Jakarta - Soal pariwisata Banyuwangi memang mendunia. Alasannya beragam, mulai dari calender of event-nya terbaik di Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan sangat tinggi. Kesuksesan tersebut tak lain karena pemasaran pariwisata dengan aplikasi berbasis digital, sehingga memudahkan banyak orang melacak tempat wisata di Banyuwangi.

Melalui digital, pintu pariwisata kota kecil sekelas Banyuwangi menjadi sangat dikenal di penjuru dunia. Di 2015 saja, Banyuwangi sudah dikunjungi wisnus 2 juta orang. Angkanya tergolong tinggi. Sementara angka wisman juga tergolong tinggi karena sudah mencapai 50 ribu. Bila dibandingkan dengan Sumatera Selatan yang cakupannya sudah level provinsi, angka kunjungan wisman ke Banyuwangi masih lebih tinggi. Di Sumsel, kunjungan wismannya hanya 30 ribu.

"Kami bisa begini salah satunya lewat gerakan Go Digital. Efek digital sangat dahsyat untuk peningkatan pelayanan publik dan memacu kesejahteraan ekonomi masyarakat," ungkap Bupati Banyuwangi, Azwar Anas yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda, Senin (19/9).

Banyuwangi sudah menerapkan aplikasi "Banyuwangi in Your Hand" untuk menunjang kinerja pariwisatanya. Aplikasi ini bisa diunduh di Apple store dan Google Play store. Semua data base sudah ada di aplikasi tersebut. Semua terrsedia baik pariwisata maupun tempat makan khas Banyuwangi.

"Berkat pemasaran berbasis internet, pariwisata Banyuwangi semakin dikenal. Kami tidak punya dana promosi besar untuk iklan di televisi atau media cetak atau online, karena itu kami memanfaatkan sosial mediadan aplikasi tadi," tambah Anas.

Dengan pola serangan digital, wisman atau wisnus yang landing di Bali, bisa dibelokkan ke Banyuwangi. Semakin lama akses dan amenitasnya semakin kuat. Begitu juga atraksinya juga semakin variatif.

Gerakan Go Digital yang di-launching Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ke depannya dinilai akan lebih lancar diimplementasikan untuk pariwisata Banyuwangi. "Setelah launching Go Digital kami langsung kerja, bergerak, berkoordinasi kemana-mana. Yang terdekat, kami akan menuntaskan pemasangan jaringan ke semua desa," timpal MY Bramuda, Kadispar Banyuwangi.

Untuk mengimplementasikan sudah ada 24 desa yang dijadikan pilot project. Hingga akhir tahun nanti, Bram membidik 41 desa yang tersambung dengan jaringan fiber optic." Kami bikin jadwal per tanggal, per bulan untuk melihat perkembangannya. Yang sudah tersambung, langsung kami promosikan potensi wisata daerahnya lewat garapan video digital," tambahnya.

Upaya lainnya untuk memperkuat pemasaran melalui banyuwangimall.com. Inilah market place untuk pemasaran produk masyarakat ke pasar global. Sekitar 600-an pengusaha mikro sudah menikmati pasar baru mereka lewat internet. Digitalisasi informasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membantu pelaku usaha mikro di Banyuwangi yang berada di ujung Timur Jawa menembus pasar yang lebih luas.

Dengan fakta tadi pihak Kemenpar semakin yakin Banyuwangi bisa makin cepat naik kelas. Apalagi, bila pemasarannya dibantu Indonesia Tourism Exchange yang baru di-launching beberapa lalu. "Implementasinya saya rasa akan mudah terealisasi. Ini kan tinggal input data yang sudah ada, mempertajam dengan trend kekinian, semuanya bisa langsung konek. Banyuwangi sudah menerapkan Smart Tourism Ecosystem seperti yang digunakan di Bali, jadi tidak akan sulit," ungkapnya.
(adv/adv)(detik.com)(r_ta/21092016)