Pasar Baru Usung Konsep Green Architecture

 

29-09-2016 | Oleh : Sekretariat

BANYUWANGI – Rencana Pemkab merevitalisasi Pasar Banyuwangi nyaris dipastikan terealisasi tahun depan. Kalangan pedagang, khususnya pedagang yang selama ini berjualan di pasar sisi utara telah menyatakan setuju atas rencana pembangunan pasar tradisional terbesar di Kota Penyu tersebut.

Hal itu terungkap saat Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar dialog bersama para pedagang Pasar Banyuwangi Senin malam (26/9). Dialog yang digeber di Pendopo Sabha Swagata Blambangan itu merupakan perwujudan komitmen Bupati Anas.

Setelah para pedagang menyatakan setuju terhadap rencana pembangunan Pasar Banyuwangi, Bupati Abdullah Azwar Anas lantas memaparkan desain awal pasar kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan tersebut. Mengacu desain awal yang digarap arsitek papan atas nasional, yakni Adi Purnomo tersebut, Pasar Banyuwangi akan terdiri atas 1.356 los.

Bupati Anas mengatakan, konsep pembangunan Pasar Banyuwangi akan dilakukan dengan mengakomodasi kekhasan local. Gerbang pasar di desain menyerupai udheng khas Banyuwangi. Selain itu,Pemkab juga terus konsisten mengasung konsep Green Architecture.

“Lokasi Pasar Banyuwangi sangat strategis. Berada di tengah-tengah antara alun-alun, pendapa dan masjid, juga dekat dengan Pantai Boom,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (PU-BMCKTR) Banyuwangi, Mujiono, menambahkan Pasar Banyuwangi akan dibangun lantai 2.

Atap pasar tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parker yang sekaligus menjadi ruang hijau. Mujiono menjelaskan konsep awal Pasar Banyuwangi terdiri atas 1.532 los. Rinciannya, pasar sisi utara sebanyak 230 los di lantai satu dan 230 los di lantai dua, serta masing-masing 536 los di lantai satu dan dua pasar sisi selatan.

“Tetapi sesuai arahan Pak Bupati ini masih konsep awal. Masih bisa berubah tergantung kesepakatan para pedagang pasar,” cetusnya. Sedangkan Bupati Anas menambahkan jumlah los di Pasar Banyuwangi itu bisa berubah sesuai kesepakatan para pedagang.

Dia mencotohkan, misalnya luas Pasar Banyuwangi mencapai 300 meter persegi dan jumlah los yang disepakati sebanyak 100, maka luas masing-masing los 3 meter persegi. Tetapi kalau ternyata pedagang minta 200 los, akan lebih sempit. Silahkan dirembug oleh pedagang,” paparnya.

Dikonfiormasi usai pertemuan, Bupati Anas mengatakan, tahap pembangunan Pasar Banyuwangi akan dimulai tahun ini. Sebelum pembangunan dilakukan, Pemkab akan menyiapkan lokasi relokasi yang layak bagi para pedagang. Relokasi akan ditempatkan di lokasi yang tidak terlalu jauh dengan pasar tersebut.

Menurut Anas, awalnya Pemkab berencana menyediakan anggaran sebesar Rp 300 juta untuk relokasi Pasar Banyuwangi. Namun belakangan jumlah anggaran dinaikkan menjadi Rp 2,4 miliar. Dana senilai 2,4 miliar itu sudah dianggarkan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2016 agar tempat relokasi pedagang layak termasuk dilengkapi system drainase, pembuangan limbah dan toilet.

“Jadi saat hujan, tempat dagangan pedagang tidak bocor,” ujarnya. Sedangkan untuk pembangunan Pasar Banyuwangi sisi utara, Anas memprediksi dana yang dibutuhkan sekitar Rp 20 miliar sampai Rp 25 miliar. Dana itu akan dianggarkan pada APBD Banyuwangi tahun depan.

“Kami juga akan meminta APBD Provinsi Jatim,” pungkasnya. Sedianya pembangunan Pasar Banyuwangi bisa dilakukan tahun ini. Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp 36 miliar sudah tersedia.

“Tetapi karena dana pendamping, termasuk untuk relokasi belum tersedia, maka kami minta ditangguhkan. Apakah pada APBN 2017 masih muncul Rp 36 miliar, kita tunggu nanti,” cetusnya. Karena belum ada kepastian dana dari APBN, imbuh Anas, Pemkab menyiapkan beberapa opsi.

Opsi pertama, kalau anggaran pembangunan Pasar Banyuwangi di APBN 2017 muncul, pembangunan juga menyasar pasar sisi selatan. Sedangkan di sisi utara akan dibangun tanpa menunggu APBN. Tidak mungkin kita menunggu APBN baru dibangun,” pungkasnya.(radar)(r_ta/29092016)