Puteri Indonesia 2016 Akan Melenggok Cantik di Trotoar Banyuwangi

 

06-10-2016 | Oleh : Sekretariat

BANYUWANGI - Memperingati hari Batik Nasional, Pemkab Banyuwangi menggelar Banyuwangi Batik Festival (BBF). Kekayaan motif batik asli Banyuwangi akan dipamerkan dalam festival itu.

BBF akan digelar pada hari Minggu (9/10) dan dimeriahkan oleh ratusan kegiatan dan pengisi acara. Putri Indonesia 2016, Kezia Roslin Cikita akan tampil membawakan gaun batik Banyuwangi yang didesain secara khusus oleh desainer dari Batik Nyonya Indo, Priscila Saputro.

"Di Banyuwangi, kami ingin menampilkan batik tidak hanya menjadi produk fashion semata, namun sebuah kebanggaan yang berujung pada kesejahteraan para pelaku industri ini," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (5/10/2016).

Selain Kezia, Putri Pariwisata Intan Aletrino dan finalis Putri Indonesia 2016 Belda Amelia juga akan mengisi perayaan yang digelar setiap tahun ini. Tema yang diangkat BBF berbeda setiap tahunnya. Tahun ini, BBF mengangkat tema Sekar Jagad Blambangan.

"Setiap tahun, tema BBF berubah. Kami mengangkat satu per satu motif batik yang ada. Respons wisatawan dan peminat batik cukup besar. Terbukti, transaksi batik di Banyuwangi cukup tinggi dalam dua tahun terakhir ini," imbuh Anas.

Rangkaian BBF akan dimulai dengan Fashion On The Pedestrian pada Jumat (7/10). Peragaan busana di trotoar itu akan dilangsungkan sore hari di Taman Blambangan, Banyuwangi.

Sebelum pegelaran BBF, sejumlah kegiatan juga dilakukan untuk menumbuhkan industri batik di Banyuwangi. Mulai dari lomba desain motif batik, desain busana batik, serta lomba mencanting.

Kepala Dinas Perdagangan, perindustrian, dan Pertambangan Hary Cahyo menyebut BBF akan menjadi ajang pematik kreatifitas pengrajin di Kabupaten berjuluk Sunrise Of Java itu.

"Pada Fashion on the Pedestrian pada 7 Oktober mendatang, para model Banyuwangi akan memperagakan pakaiannya di sepanjang trotoar alun-alun kota, Taman Balambangan," kata Hary.

"Sejak kita gelar event tentang batik, keragaman motif batik kita semakin berkembang. Dari 20 motif klasik yang dulu dominan diproduksi pengrajin, kini telah berkembang hingga lebih dari 50 motif. Dengan ajang ini, kita berharap khazanah batik Banyuwangi akan semakin beragam," imbuhnya.

Selain bisa menikmati dan berburu batik, pagi hari di tanggal yang sama, juga akan digelar Banyuwang International Run. Ajang sport tourism ini melewati rute sejumlah landmark dan destinasi di pusat kota Banyuwangi. (detik.com)(kst/jor)(r_ta/06102016)