Banyuwangi Batik Festival 2016 Berlangsung Meriah Meski Diguyur Hujan

 

10-10-2016 | Oleh : Sekretariat

BANYUWANGI - Pagelaran Fashion Banyuwangi Batik Festival yang digelar Minggu Malam (9/10) 2016 di Taman Blambangan Banyuwangi berlangsung meriah meski diguyur hujan.

Ajang fashion busana batik Banyuwangi tahun 2016 ini bertemakan Sekar Jagad Blambangan. Sekar Jagad Blambangan merupakan penggambaran tunggal tentang apa-apa yang indah dari daerah yang dulunya Krajaan Blambangan.

Puluhan karya Batik Banyuwangi yang ditampilkan dirancang oleh pelaku Industr Kecil Menengah (IKM), perancang lokal (Shanet Sabintang) dan desainer nasional. Desain-desain batik yang ditampilkan dipanggung BBF menunjukkan perkembangan kreativitas luar biasa dari para desainer dan telah mampu menjadi media untuk peningkatan kualitas busana batik daerah.

Sejak digelar petama kali pada tahun 2013, BBF selalu berlangsung sukses dan telah menjadi ajang tetap per tahunnya bagi para desainer untuk berlomba-lomba mendesain batik dengan apik, menkolaborasi keserasian warna sehingga dapat melahirkan nuansa lokal Banyuwangi. Memasuki tahun ke empat, BBF telah mampumenjadi pengungkit traffic wisatawan, sekaligus menjadikan batik Banyuwangi sebagai identitas daerah.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf yang berkesempatan menyaksikan langsung BBF mengatakan UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda, sehingga kita harus melindungi keaslian dan proses membatiknya.

BBF ini merupakan ajang untuk menunjukkan kecintaan terhadap batik serta melestarikan budaya untuk anak cucu, pelaksanaan BBF wujud kecintaan budaya lokal dalam mengunggah generasi pembatik untuk meningkatkan daya saing dibidang fashion kita," ujar Triawan.

Pagelaran BBF yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, M Basoeki Hadi Moeljono, Ketua DPR RI Ade Komarudin, ini diawali penampilan parade busana model fashion on the pedestrian. Disusul penampilan  ikon Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Banyuwangi,  yang dibawakan model-model profesional. Salah satunya, Reyza Fitri Aninda. Beragam busana pesta,casual dan busana kerja berbalut batik warna khas Banyuwangi dipadu motif akan terangkum cantik dalam tampilan BBF 2016 malam ini.

Pagelaran BBF 2016 yang menampilkan koleksi desain busana para desainer batik nasiona, tidak hanya untuk memberikan inspirasi bagi desainer lokal, di tangan mereka busana batik Banyuwangi disuguhkan dengan desain yang elegan dan berkelas. Seperti Priscila Saputro.

Priscilla bersama Batik Nyonya Indo, mendesain khusus batik dengan nama koleksinya, Flora Universa, untuk BBF tahun ini. "Flora Universa merupakan sebuah persembahan estetika busana berbasis tradisi sebagai respon positif kepada Banyuwangi,"ujarnya.

BBF 2016 juga menampilkan putri Indonesia 2016 Kezia Roslin Cikita sebagai ikon batik Banyuwangi. Kezia tampil elegan dengan gaun malam karya Priscila Saputro. Busana yang dikenakan Putri Indonesia ini, batik sekar jagad blambangan warna merah yang dipadu padankan dengan aplikasi kristal swarovsky yang menonjolkan kesan mewah nan elegan. Penampilan Keiza terlihat semakin sempurna dengan kilauan permata di mahkotanya.

Priscilla mengatakan, usai gelaran BBF  Presiden Indobesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma,berencana akan membawa batik Banyuwangi dalam ajang peragaan busana prestisius, who next 's Paris. "Rencananya Februari 2017, kita akan bawa batik Banywuangi kesana," ujarnya. (r_ta/10102016)