HUT Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi Jadi Kabupaten Terbaik PIN Polio 2016

 

13-10-2016 | Oleh : Sekretariat

Jakarta, Banyuwangi menerima penghargaan sebagai kabupaten terbaik di Jawa Timur dalam pencapaian PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio 2016. Penghargaan itu diberikan dalam rangka HUT Provinsi Jawa Timur ke-71. 

Penghargaan itu diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, pada upacara Peringatan HUT Provinsi Jatim Ke- 71 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu(12/10/2016). Ada tiga penghargaan lainnya yang juga dibawa pulang Wabup Yusuf. 

Ketiganya yakni inovasi Pujaresa (Pengguna Jamban Sehat Rakyat Aman) yang diraih oleh Puskesmas Tampo. Penghargaan ketiga, Forum Kabupaten Sehat Lolos Tatanan Verifikasi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Provinsi Jatim 2016, dan berikutnya Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran sebagai desa terbaik kategori madya bidang inovatif lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2016.

Wabup Yusuf mengaku sangat senang dan bangga menerima penghargaan itu. "Penghargaan adalah kebanggaan bagi kami. Ini bukti nyata kerja keras seluruh masyarakat Banyuwangi yang terus ikut mendorong kemajuan Banyuwangi hingga seperti sekarang ini," ujar Yusuf. 

Yusuf menjelaskan, Banyuwangi berhasil menjadi daerah dengan kinerja pemberian imunisasi polio terbaik di Jawa Timur dengan cakupan pemberian imunisasi polio saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) mencapai 98,87 persen dari total sasaran.

"Banyuwangi meraih nilai tertinggi pada semua aspek penilaian, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring evaluasi (monev), hingga pelaporan kegiatannya," ungkapnya.

Program Pujasera, lanjut Yusuf, inovasi ini telah berhasil masuk kedalam TOP 35 Inovasi Layanan Publik oleh tim penilai Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan- RB). "Lewat program itu, masyarakat diedukasi untuk tidak buang air besar sembarangan, namun menggunakan jamban. Meskipun awalnya sulit, setelah program ini berjalan, warga yang BAB sembarangan telah banyak berkurang," jelas Yusuf.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Widji Lestariono mengatakan, program pujasera merupakan inovasi Pemkab Banyuwangi di bidang kesehatan yang mewujudkan masyarakat bebas buang air besar (BAB) di sembarang tempat alias Open Defecation Free (ODF).

"Sejak diluncurkan tahun 2014 hingga saat ini, sudah terwujud 2 desa ODF. Jumlah kepemilikan jamban juga sudah menjadi 5.025 keluarga atau meningkat 386 persen dari sebelumnya yang hanya 1.034 warga," ujarnya. (detik.com)(r_ta/13102016)