Saatnya Ngopi bareng ke Banyuwangi, ada Festival Ngopi Sepuluh Ewu

 

03-11-2016 | Oleh : Sekretariat

BANYUWANGI  - Desa Kemiren di Banyuwangi punya tradisi 'ngopi bareng' untuk mempererat silaturahmi. Tradisi itu lalu diangkat dan dikemas dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu.

Ngopi Sepuluh Ewu sendiri jika diartikan ialah sepuluh ribu cangkir kopi. Festival yang akan digelar untuk keempat kali pada Sabtu (5/11) mendatang itu mengangkat tema 'Sak Corotan Dadi Saduluran' yang merupakan jargon masyarakat Kemiren. Frase ini mempunyai arti Sekali Seduh Kita Bersaudara. Istilah inilah yang coba akan diangkat dalam festival ini.

Masyarakat Desa Kemiren nantinya akan mengeluarkan satu buah meja dan kursi untuk menerima tamu yang akan ikut serta ngopi bareng. Cangkir-cangkir khusus juga akan dikeluarkan untuk menghidangkan kopi yang merupakan hasil panen perkebunan rakyat di Banyuwangi. Meja-meja itu akan disusun sepanjang 1,5 Kilometer di sepanjang jalan utama Desa Kemiren. 

"Nanti setiap meja akan kita berikan 250 gram kopi siap seduh untuk tahap pertama. Itu nanti kondisional tergantung jumlah tamu yang datang," kata panitia Festival Ngopi Sepuluh Ewu, Mastukik saat berbincang dengan detikTravel, Rabu (2/11/2016).

"Pengunjung biasanya saudara atau teman. Kadang ada beberapa meja yang kosong itu nanti akan diisi oleh tamu-tamu umum," imbuhnya. 

Mastukik mengatakan, panitia juga telah menyiapkan tiga pos untuk menampung tamu-tamu yang biasanya membludak dan tidak kebagian meja.

"Acaranya nanti juga akan diisi oleh komunitas kopi di Banyuwangi dan UMKM," ujarnya. 

Untuk menemani 3 kwintal kopi yang akan dihidangkan nanti, para 'pemilik rumah' biasanya juga menawarkan berbagai camilan dan makanan khas Banyuwangi di atas meja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan festival ini menjadi bagian promosi dan memperkenalkan kopi khas Banyuwangi, sekaligus untuk mengenalkan tradisi minum kopi Banyuwangi.

"Di Banyuwangi ada beberapa wilayah yang sangat menonjol dalam produksi kopi, yakni Kalipuro, Kalibaru, termasuk di kawasan barat Banyuwangi yang di kaki Gunung Ijen. Bahkan, di Desa gombengsari Kalipuro, dua bulan lalu telah digelar Festival Petik Kopi," ujar Bramuda.

Dalam festival ini juga akan digelar berbagai pameran, mulai sesi cupping atau seni menghirup aroma, menyeruput, dan meneguk kopi. 

"Selain bisa menikmati kopi yang terhidang di halaman rumah-rumah warga, para wisatawan juga bisa mengikuti pameran kopi lewat booth (tenda) yang disediakan panitia. Pameran kopi tersebut sudah dilangsungkan 2 hari sebelum pelaksanaan Festival Ngopi Sepuluh Ewu," urai Bramuda.

Kopi telah menjadi salah satu produk perkebunan yang menjadi andalan Banyuwangi. Data mencatat produksi kopi di Banyuwangi mencapai 8.047 ton pada 2015, meningkat dari tahun 2014 yang 7.992 ton. Angka produktivitasnya mencapai 19,49 kwintal per hektar pada 2015.
(wsw/wsw)(detik.com)