Meriahnya Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren Banyuwangi

 

07-11-2016 | Oleh : Sekretariat

BANYUWANGI - Desa Kemiren, Kecamatan Glagah kembali menggelar pesta kopi. Acara yang termasuk dalam Banyuwangi Festival yaitu Festival Ngopi Sepuluh Ewu tersebut berlangsung sukses, Sabtu (5/11). Tidak hanya warga lokal, wisatawan dari luar kota sampai turis mancanegara ikut melebur untuk menikmati kekhasan kopi banyuwangi yang bercitarasa istimewa.

Malam itu, Desa Kemiren berubah menjadi lautan manusia. Sejak dimulai pada tahun 2013 lalu, penikmat kopi di festival ini semakin bertambah. Tidak hanya kopi, warga juga menghidangkan aneka cemilan khas Kemiren dihalaman rumahnya masing-masing disepanjang Jalan Desa Kemiren.

"Terima kasih pada masyarakat Kemiren yang terus menguatkan tradisi ini. Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas swadaya masyarakat hingga terselenggaranya festival ini. Kegiatan ini akan menjadi bagian yang akan mendorong perekonomian masyarakt desa" kata Bupati Abdullah Azwar Anas dalam pidatonya di pembukaan acara tersebut.

Ketua lembaga adat Desa Kemiren, Suhaili menuturkan bahwa menyuguhkan kopi telah menjadi tradisi warga setempat dalam menyambut  tamu. Tradisi ini diperkuat dengan filosofi warga "sak corot dadi seduluran", dimana dengan meminum kopi yang disuguhkan sebagai simbol menyambung silaturahmi dan menambah persaudaraan. 

"Ngopi telah menjadi  tradisi warga, kalau belum minum kopi pasti akan  pusing. Dengan festival ini kami berharap semua yang datang saat ini nantinya akan rindu untuk kembali ke desa Kemiren untuk menikmati suguhan  kopi dari kami. Kedatangan mereka, telah kami anggap sebagai saudara kami," kata Suhaili.

Salah satu pengunjung yang datang menikmati Festival Ngopi Sepuluh ewu adalah turis mancanegara Donna Debets asal Belanda. Donna yang merupakan penyuka kopi ini mengatakan sangat antusias mengikuti festival di Desa Kemiren ini. "Saya berlibur selama 5 hari di Banyuwangi salah satunya ingin hadir di Festival yang unik ini.  Saya juga suka rasa kopinya, enak," ujarnya yang datang ke Banyuwangi juga ingin mendaki Gunung Ijen.

Puluhan Barista dari berbagai daerah di Jawa Timur juga tidak ketinggalan mengikuti even ini, di antaranya dari Malang, Surabaya, dan Mojokerto. Salah satu barista Titik Rahma yang mengatakan kedatangannya bersama rekan lain satu profesi ini memang sengaja ingin mengikuti uniknya festival ngopi sepuluh sewu sekaligus sharing seputar kekhasan kopi Banyuwangi. 
"Festival ini menurut kami sebuah even yang kreatif. Masyarakat desa memiliki prakarsa dan berpartisipasi aktif mengangkat potensi desanya sendiri," ujarnya.

Titik saat itu juga ikut menikmati suguhan kopi warga. "Cita rasa kopi Banyuwangi ini unik, aroma dan rasanya kuat. Rasanya lebih ke fruity yang menyegarkan," kata Titik yang siang tadi juga mengunjungi perkebunan kopi rakyat di DesaTlemung, Kalipuro Banyuwangi. (rta_07112016)