Banyuwangi Berwarna, Bantaran Permukiman Sungai Kalilo Makin Cantik

 

14-11-2016 | Oleh : Sekretariat

Banyuwangi - Wajah baru warna warni kini bisa dinikmati pengunjung jika melintas di kawasan Sungai Kalilo. Seluruh bangunan dan dinding di sepanjang bantaran sungai dipulihkan dan diartistik ulang. Hasilnya, wajah kota ini jadi cantik dan menarik.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan sungai harus menjadi wajah Banyuwangi yang mencerminkan budaya masyarakatnya. Kebersihan sungai ini sebagai upaya mendorong daya saing pariwisata. Di banyak negara maju seperti Korea dan Prancis sungai menjadi bagian penting kota yang sangat dijaga kebersihannya dan menjadi simbol kemajuan budaya penduduknya.

"Kami ingin masyarakat Banyuwangi bisa mulai memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sungai. Mari jadikan sungai sebagai halaman depan kota kita yang bersih dan indah," kata Bupati Anas saat melakukan bakti sosial warga Banyuwangi di sekitar Kali Lo, Banyuwangi, Sabtu (12/11/2016).

Sungai Kalilo, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, yang biasanya kotor kini tampak berbeda. Selain bersih, sepanjang bantaran sungai kini berwarna-warni. Pelengsengan sungai dan tembok-tembok rumah yang menghadap ke sungai kini berwarna-warni. Tentu ini bisa menjadi obyek wisata baru.

Apalagi sungai Kalilo memiliki sejarah bagi Banyuwangi. Banyak lagu-lagu Banyuwangi yang terinspirasi dari Sungai Kalilo. Kalilo merupakan sungai yang mengalir di pusat kota Banyuwangi.

Kalilo sangat fenomenal karena lokasinya yang sangat strategis dan fungsinya di masa lalu. Berdasarkan cerita masyarakat, Kalilo berasal dari kata kali dan elo. Kali adalah sungai, sedangkan Elo merupakan nama pohon yang dulu banyak tumbuh di Kelurahan Singonegaran dan Pengantigan.

"Dengan membersihkan sungai berarti ikut berkontribusi membangun Banyuwangi. Sungai bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri. Seperti sekarang dimana bangunan di sekitarnya kita cat menarik sehingga menjadi spot tersendiri," kata Anas.

Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari merevitalisasi Kali Lo. Pemkab Banyuwangi secara bertahap akan mengembalikan kondisi Sungai Kalilo.

Upaya pembenahan ini, lanjut Guntur, pihaknya menggandeng Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS).

"Kami ingin meng-create Kalilo yang juga ikon bagi Banyuwangi ini menjadi sebersih dulu. Dulu orang bisa menikmati kejernihan Kalilo sepanjang hulu hingga hilir. Sekarang kan sudah dicemari limbah industri kecil maupun rumah tangga. Ini yang akan kami kembalikan seperti dulu. Dipercantik dulu, agar mindset masyarakat bisa berubah ," kata Guntur.

Sekitar 90 alumni-alumni ITS, masyarakat sekitar, dan Pemkab Banyuwangi, mengecat tembok dan pelengsengan sungai, Sabtu pagi. Mereka bergotong royong membuat sungai lebih indah dan sedap untuk dipandang. Melalui program Banyuwangi Berwarna, mereka bekerja sama membuat sungai bersih dan berwarna-warni.

"Alumni ITS siap menyumbangkan tenaga-tenaga ahlinya yang telah mumpuni. Kerja sama ini akan menjadi energi positif bagi Banyuwangi," kata Guntur.

Tahap awal ini, lanjut Guntur, akan mulai dihilangkan cerobong-cerobong atau pipa pembuangan yang masuk ke sungai dan diganti dengan sungai resapan. Langkah ini akan di uji coba dalam kurun satu tahun ke depan.
(bdh/bdh)(detik.com)