Mencari Berkah, Terus Semangat Perkuat Perencaanaan 2024

Mencari Berkat Berkah, Terus Semangat Perkuat Perencaanaan 2024

Dalam nuansa bulan Ramadhan, teman-teman Perencana Bappeda masih semangat dan terus berupaya menyusun strategi dan kebijakan dalam mengawal penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2024. Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelaahan Rancangan Awal Renja yang telah dilaksanakan akhir Februari kemarin. Dari hasil telaah Ranwal Renja tersebut, selanjutnya, teman-teman Perencana Bappeda menyusun konsep pemikiran hingga langkah strategis sebagai pedoman Perangkat Daerah se Kabupaten Banyuwangi dalam penyusunan Renja.

Rapat koordinasi internal ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan dan dihadiri oleh perwakilan teman-teman perencana dari bidang Litbang Dalev, Renbang, Sarpraswil, Ekonomi, Kesra dan Pemerintahan di Ruang Rapat Pangripta Lt. 1 Bappeda Kab. Banyuwangi tanggal 28 Maret 2023. Meskipun perencanaan itu marwah dari Bappeda dan setiap tahun menjadi makanan rutin, namun tetap perlu menguatkan sinergi antar bidang hingga harapannya menjadi satu pemikiran dan satu pemahaman. Konsep perencanaan dalam internal perlu dimatangkan sebelum dipublikasikan dan diaplikasikan ke seluruh Perangkat Daerah.

Meski dengan tampilan sederhana tanpa suguhan kudapan, demi perkuat perencanaan untuk Banyuwangi di masa depan, dengan semangat dan ikhlas di Bulan Ramadhan, _lillah billah_ semoga lelah menjadi berkah, _insyaallah_ masa depan Banyuwangi makin cerah.

-MM

Banyuwangi – ekonomi.

Menjaga stabilitas ekonomi memang menjadi idaman semua pemerintah baik pusat maupun daerah agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik. Meski belum memasuki bulan Ramadhan, namun pemerintah sudah melakukan upaya-upaya untuk mengendalikan inflasi, dan yang paling penting adalah menjaga ketersediaan bahan pangan seperti beras, minyak goreng, cabe, bawang.

Rapat koordinasi yang rutin dilakukan setiap hari senin ini dilaksanakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri. Di Kabupaten Banyuwangi meskipun dilaksanakan secara virtual, namun dihadiri bersama sama juga oleh TNI, Polri, Bulog dan OPD terkait di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi tanggal 20 Maret 2023.

Menjelang bulan Ramadhan ini Kementerian Dalam Negeri minta agar monitoring selalu dilakukan secara rutin, bahkan laporan dilapangan diharapkan  bisa dilakukan setiap dua hari, agar pergerakan di lapangan dapat lebih awal dimonitor dan dicarikan solusinya, agar kenaikan harga menjelang ramadhan dan idul fitri dapat ditekan. Pemerintah juga menyatakan akan menambah pasokan berasnya di Bulog yang berasal dari dalam negeri.

(Mz2-ek).

Banyuwangi – ekonomi.

Penetapan status Ijen AUGGp menjadi Global Geopark tahun ini merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu oleh segenap pegiat geopark dan Pemerintah Kabupaten. Momen berharga ini banyak dimanfaatkan oleh pengelola ijen, mitra, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Ijen Geopark.

Beberapa waktu lalu Ijen Geopark Youth Forum  (IGYF) melaksanakan kegiatan dalam rangka merefresh anggotanya, kali ini capacity building yang diadakan di Kecamatan Licin, di kaki Gunung Ijen dan di Geosite Watudodol Kalipuro diikuti oleh siswa siswi setingkat SMP yang sudah dinobatkan sebagai Ijen Geopark Ambassador (Duta Geopark) pada tahun lalu.  Duta Geopark ini merupakan perwakilan dari sekolah di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Pada kegiatan ini peserta akan banyak diberikan materi penguatan kapasitas, diantaranya untuk mencintai alam, menjaga dan merawatnya dengan cara yang paling sederhana, sesuai dengan apa yang bisa dikerjakan anak-anak seusianya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni 18 – 19 Maret 2023 ini bertujuan untuk merefresh kembali pengetahuan kegeoparkan, mengangkat isu potensi dan permasalahan dalam pengembangan Ijen Geopark, menguatkan keakraban antar duta, dengan game-game yang membuat peserta tidak bosan.

Dalam sebuah game yang dibuat panitia, peserta menyampaikan beberapa solusi yang disusun dari permasalahan yang mereka identifikasi mandiri secara berkelompok.  “Kami senang dengan acara ini, disini diajarkan pengetahuan geopark, serta belajar berbicara di depan umum, meskipun saat ini baru dihadapan teman teman peserta”, Ujar salah satu ambassador.

“Regenerasi harus terus berjalan, ada youth forum, ada duta geopark, ini semata agar edukasi bisa berjalan tepat sasaran, Ijen Geopark bisa dikenal dan dipahami oleh seluruh lapisan”, jelas Kabid Ekonomi Bappeda Kabupaten Banyuwangi drh. M. Lukman Hadi usai penutupan acara di Licin.

(Mz2-ek).

Banyuwangi – ekonomi.

Salah satu prioritas pembangunan unggulan Kabupaten Banyuwangi adalah sektor pertanian. Tak bisa dipungkiri bahwa di kabupaten terluas di Pulau Jawa ini memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Baik tanaman pangan maupun yang lainnya ; hortikultura, perkebunan. Bahkan sub sektor perikanan pun memiliki potensi yang cukup besar, dengan panjang pantai lebih dari 175 km menyimpan kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan.

Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) Kabupaten Banyuwangi memang sampai saat ini belum tuntas prosesnya. Pemerintah tidak main main dalam menetapkan LSD ini. Ini terbukti dari tahapan yang dilalui benar-benar dilaksanakan dengan detail dan melibatkan perguruan tinggi yang berkompeten.

Koordinasi dilaksanakan secara rutin dalam setiap tahapan-tahapnya. Dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Ilham Juanda, siang ini 16 Maret 2023 diadakan rapat koordinasi lintas OPD maupun instansi vertikal terkait, membahas LSD, di Lounge Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi.

Dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, dan instansi vertikal terkait rapat ini berjalan dengan lancar.

Hadir Kepala Bidang Sarana Prasarana Bappeda Kabupaten Banyuwangi Wahyudiono, S.T. didampingi A. Rizal Sani, S.E. mewakili Kepala Bappeda yang sedang berhalangan karena ada tugas lain yang selalu mengawal perkembangan LSD ini.

“LSD ini sangat penting bagi masa depan pertanian, dan selayaknya di sosialisasikan kepada masyarakat setelah disepakati luasan beserta kelengkapannya”, ujar Rizal. “Semoga nanti bisa melegakan semua pihak, bermanfaat bagi semuanya, bermanfaat bagi masyarakat, bermanfaat bagi alam dan sebagai salah satu upaya konservasi seperti salah satu pilar Geopark yang hari ini menjadi peserta dalam Indonesian Global Geopark Exhibition di Bandung”, imbuhnya.

(Mz2-ek).

Bandung – ekonomi.

Meski masih berstatus Aspiring Unesco Global Geopark (aUGGp), semua proses telah dilalui untuk menjadi Global Geopark, Ijen Geopark diberikan kesempatan dan diundang dalam kegiatan yang bertajuk Indonesian Global Geopark Exhibition.

Bertempat di Auditorium Pusat Survey Geologi, Badan Geologi Bandung jalan Diponegoro Nomor 57 Bandung berjalan cukup meriah selama sehari penuh dari jam 08.00  hingga 16.30. Terdapat 10 booth         Global geopark dalam pameran ini yakni Ijen – Jawa Timur, Batur – Bali, Rinjani – Lombok, Maros Pangkep – Sulawesi Selatan, Raja Ampat – Papua, Toba – Sumatra Utara, Belitong, Merangin – Jambi, Ciletuh Palabuhan ratu – Jawa Barat, dan Gunung Sewu.

Selain exhibition ditempat yang sama diadakan pertemuan sosialisasi dan workshop dan monitoring evaluasi Geopark Nasional. “Saya merasa bersyukur, karena kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturrahmi pegiat geopark di Indonesia, dan dihadiri lebih dari 168 delegasi dari seluruh Indonesia yang akan mengusulkan menjadi geopark nasional”, Kata Kepala Pusat Survey Geologi saat menutup acara.

Hal yang sama juga dirasakan oleh peserta rapat dan pameran. Setelah mendapatkan pencerahan dalam rapat, peserta dapat langsung meminta penjelasan, testimoni  kepada badan pengelola geopark yang ada di pameran.

“Senang sekali bisa berinteraksi langsung dengan pelaku yang mengelola geopark, kami bisa belajar langsung dari pelakunya, tentang proses, hambatan, dan sebagainya”, tutur salah seorang pengunjung di booth Ijen Geopark.

(Mz2-ek).

Banyuwangi – ekonomi.

Kutipan pidato Bung Karno yang sangat terkenal, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Saat ini jaman membuktikan bahwa pemuda memiliki peran yang strategis dalam banyak hal, tidak terkecuali di Ijen Geopark yang sesaat lagi berubah status dari Geopark Nasional menjadi Global Geopark.

Ini adalah kali ketiga Ijen Geopark Youth Forum (IGYF) melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi anggota baru dan merefresh anggota yang sudah bergabung terlebih dulu (lama).

“Kami tidak membedakan anggota baru dan lama justru ini menjadi momen yang baik untuk saling kenal, menyamakan frekuensi agar terjalin keakraban yang pada akhirnya bisa bersinergi dengan baik dalam segala aktifitas organisasi”, jelas Marcho William Ketua IGYF. “Pesertanya bukan berasal dari saja Banyuwangi namun Bondowoso juga, kami tidak membedakan domisili, yang jelas harus anggota IGYF”.

Bertempat di Kecamatan Kalipuro  Banyuwangi acara ini dihadiri oleh Obet ketua Youth Forum Gunung Sewu Unesco Global Geopark dan Deddy Marquis konsultan capacity building dari Malang sebagai fasilitator dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari, berjalan dengan lancar.

Bahkan Obet menyatakan “IGYF merupakan Youth Forum yang paling aktif bergerak, hasil sinergi dan support banyak pihak dan SDM yang memang punya niat, pokoknya terbaik yang bisa menjadi tempat belajar bagi Youth Geopark yang lain”.

Dalam kegiatan IGYF ini Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) drh. Muh Lukman Hadi mewakili Kepala Bappeda menyampaikan, ”menghadapi banyak tantangan kedepan dengan segala kondisi dan keterbatasan, anggota IGYF hendaklah tetap menunjukkan kinerja yang nyata, tetap melakukan kegiatan di Ijen Geopark, mencari solusi terhadap permasalahan yang ada,  sesuai dengan kemampuannya”. “Kedepan pengalaman di IGYF bisa dijadikan salah satu bekal perjalanan menuju masa depan masing-masing”. Sontak ini mendapatkan applaus yang meriah dari seluruh peserta yang memang sangat senang bergabung dengan kegiatan IGYF.

(Mz2-ek).

Peninjauan Progres Pembangunan TPS3R Balak di Desa Balak, Kecamatan Songgon – Meninjau Progres pembangunan TPS3R Balak di Desa Balak, Kecamatan Songgon oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi bersama dengan BAPPEDA dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi.

Pembangunan TPS3R Balak merupakan Program Banyuwangi Hijau berkolaborasi dengan Systemic yang merupakan salah satu NGO dalam penanganan permasalahan sampah di Kabupaten Banyuwangi. Pembangunan TPS3R didanai oleh Norwegia.

TPS3R Balak direncanakan akan menerima sampah 84 Ton/hari, yang meliputi 39 Ton sampah anorganik dan 45 Ton sampah organik. Progres pembangunan TPS3R Balak saat ini 72,5 %. Target pembangunan selesai 100% pada akhir Tahun 2023.

Rencana uji coba TPS3R yaitu pada bulan April 2023. Uji coba dilakukan pada 1 desa yaitu Desa Balak. Target pemrosesan awal sampah 5% atau 4,2 ton/hari dengan jumlah tenaga kerja 14 orang.

Target jumlah tenaga kerja pada TPS3R balak pada Tahun 2023 adalah 156 orang dan Tahun 2024 adalah 276 orang. TPS3R Balak ini nantinya akan melayanai 6 Kecamatan yang terdiri dari 33 Desa.

PEMBUKAAN MUSRENBANG KABUPATEN BANYUWANGI 2023 – PEMBUKAAN MUSRENBANG KABUPATEN BANYUWANGI (13/03/2023) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

PEMBUKAAN MUSRENBANG KABUPATEN BANYUWANGI 2023 – YouTube

Banyuwangi ekonomi.

Regenerasi petani memang menjadi isu menarik di pertanian, setidaknya hal ini sudah mulai nampak pada hasil sensus Pertanian tahun 2013, bahwa 84 % petani di Indonesia adalah berusia lanjut. Inilah salah satu yang melatarbelakangi program Youth Entrrepreunership and Employment Support Services (YESS). Artinya pertanian mulai kurang diminati oleh kaum millenial, padahal sektor inilah yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan bahan pangan.

Banyuwangi memiliki potensi pertanian tanaman pangan, hortikultura yang cukup besar, dengan pasar yang relatif tidak terlalu sulit, banyuwangi sebagai daerah wisata berdekatan dengan Bali yang  memang menjadi daerah wisata. Potensi ini harus tetap dijaga kelestarian dan pangsa pasarnya, bahkan harus ditingkatkan.

Dipimpin Dr. Acep Hariri, S.S.T, M.Si. dari Politeknik Pembangunan Pertanian Malang dan tim yang terdiri dari Moh. Amar, S.Pd., M.Pd., Dimas Adi, S.Tr.Pt.  melaksanakan koordinasi awal PPIU dalam rangka ekspansi wilayah Program YESS PPIU Jawa Timur di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami menyambut baik program ini, dan berharap dapat disinergikan dengan program lain yang sudah ada di Kabupaten Banyuwangi, seperti Jagoan Tani, WENAK, Peti Koin Bermantra, dan disesuaikan dengan kondisi”, Tukas Kabid Ekonomi Bappeda, drh. Lukman Hadi.

Program YESS ini sudah dilaksanakan di 4 (empat) Kabupaten di Jawa Timur yakni Malang, Pasuruan, Tulungagung, dan Pacitan. “Kali ini kami akan mencoba mengidentifikasi Kabupaten Banyuwangi sebagai calon lokasi Program YESS Tahun 2024, , semoga semua pihak dapat bersinergi dan mendukung program ini”, Jelas Dr. Acep dalam paparan di Ruang Rapat Pangripta Lantai 1 Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Selaras dengan latar belakang Program YESS, sasaran program ini adalah pemuda (laki-laki dan perempuan) yang berusia antara 17 hingga 39 tahun, memiliki usaha, dan atau berminat melakukan usaha di sektor pertanian. Selanjutnya akan dilakukan pelatihan dan pendampingan hingga titik tertentu,  agar usaha, yang digelutinya dapat berkembang.

Saat ini sudah ada lebih dari 30.000 penerima manfaat (PM) program Yess selama tahun 2021-2022 di Jawa Timur. Semoga program ini dapat membawa kaum millenial untuk menjadi petani millenial baik dari hulu maupun hilir.(Mz2-ek).