BERITA

Home Berita

Banyuwangi Raih Wahana Tata Nugraha Bidang Lalu Lintas

images

02-02-2017

Banyuwangi - Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kembali diterima Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi meraih terbaik di bidang Lalu Lintas, pada kategori kota sedang.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto Iskandar kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di Jakarta, Selasa (31/1/2017). 

"Kami bersyukur apa yang telah kami kerjakan diapresiasi oleh pusat. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras Pemkab Banyuwangi untuk menata daerahnya secara menyeluruh, terutama lalu lintas jalannya. Ini menjadi motivasi tersendiri untuk terus berinovasi dan mewujudkan Banyuwangi menjadi lebih baik, khususnya di bidang lalu lintas," kata Yusuf usai menerima penghargaan tersebut.
 

Description: https://newopenx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=36974&campaignid=9185&zoneid=644&loc=1&referer=https%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fjawatimur%2F3410341%2Fbanyuwangi-raih-wahana-tata-nugraha-bidang-lalu-lintas&cb=9d8b681531Berbagai program dan ragam inovasi yang digagas Pemkab Banyuwangi, lanjut Yusuf, terbukti mampu mengubah 'wajah lalu lintas' Bumi Blambangan menjadi lebih baik.

"Mulai dari penggunaan lampu lalu-lintas tenaga surya, kelengkapan sarana-prasarana, penyediaan jalur pesepeda, adanya Area Traffic Control System (ATCS) yang ditempatkan di sejumlah spot lalu lintas. Serta penunjang insfrastruktur yang lebih lengkap untuk transportasi, seperti taksi dan travel," ujar Yusuf.

Ditambahkan Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Kusiyadi, terpenuhinya fasilitas kelengkapan jalan di Banyuwangi menjadi salah satu elemen penilaian yang mengantarkan Banyuwangi kembali menyabet WTN. Seperti, marka jalan yang memenuhi standar, terpasangnya traffic light dan rambu-rambu lalu lintas di jalan-jalan kabupaten/provinsi/nasional, serta flashing light di setiap persimpangan jalan.

Tak hanya itu, lanjutnya, pedestrian (trotoar) di Banyuwangi berfungsi tidak hanya sebagai pelengkap jalan yang memenuhi nilai estetika, tetapi juga berwawasan lingkungan. Bahkan, pedestrian di sepanjang jalan di Banyuwangi telah memenuhi standar untuk kaum difabel (berkebutuhan khusus). 

"Selain fasilitas jalannya lengkap, ketertiban pengguna jalan di Banyuwangi juga dinilai baik oleh tim penilai. Seperti ketertiban menyalakan lampu kendaraan di siang hari, pemakaian helm dan ketertiban parkir. Ini menjadi nilai plus kita," terang Kusiyadi.

Nilai plus lainnya, imbuh dia, dalam beberapa tahun terakhir Banyuwangi terus memperbanyak moda transportasi publik, baik perkotaan maupun pedesaan, untuk mempermudah akses masyarakat. 
(bdh/bdh)

Source : detik.com