BERITA

Home Berita

Kabupaten Banyuwangi Peraih SAKIP Terbaik se Indonesia

images

02-02-2017

Surabaya - Kabupaten Banyuwangi merupakan satu-satunya daerah yang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2016 dengan nilai terbaik alias A.

"Banyuwangi adalah satu-satunya kabupaten yang dapat nilai A," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur di sela acara Penyerahan Hasil Evaluasi SAKIP di Ruang Rapat Hayam Wuruk komplek Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (31/1/2017).

Asman mengatakan, Kemenpan-RB sudah mengecek ke Banyuwangi dengan berbagai indikator dan verifikasi lapangan, termasuk tim penilai independen.
 

"Memang belum semuanya sempurna di Banyuwangi. Tapi ruh perubahan dan inovasi program cukup menonjol," tuturnya sambil menambahkan, daerah lain dapat meniru Banyuwangi.

Menteri dari politisi PAN ini mengatakan, untuk mendapatkan nilai A SAKIP tidaklah mudah, karena banyak hal yang mesti dipenuhi terkait peningkatan kinerja pemerintahan.

Efektivitas kegiatan juga diukur dengan orientasi keberhasilan kinerja, bukan semata-mata soal anggaran. "SAKIP ini bukan seperti lomba atau kompetisi, tapi sejauh mana daerah memanfaatkan anggarannya secara efektif, punya target dan hasil kerja keras, serta kegiatan berdasarkan pada prioritas dan kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, Banyuwangi satu-satunya daerah kabupaten dan kota se Indonesia yang mendapatkan nilai A perlu dicontoh daerah lain, khususnya di Jawa Timur. "Ya jelas. Nanti (kabupaten/kota) didampingi Biro Organisasi dan Bapeda kita (Pemprov Jatim)," kata Soekarwo.

Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo mengatakan, untuk mendapatkan nilai SAKIP yang bagus yakni ada program dan anggaran, tapi berkualitas karena saling memperkuat. Ia mencontohkan, kerjasama di bidang Pertanian perlu dilakukan perencanaan yang dalam diagaram silang gambarnya saling memanah dan saling memperkuat.

"Leadership (kepala daerah) yang harus tampil di depan," terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersyukur dengan penilaian SAKIP dengan nilai A. Katanya, pihaknya melakukan iktiar bersama-sama di Banyuwangi untuk meningkatkan pelayanan publik terus berjalan dengan baik. Kekurangannya juga terus diperbaiki, serta memadukan laporan berdasarkan regulasi yang ada dengan unsur review kinerja dan review indikator kinerja.
"SAKIP ini penting. Intinya yang dievaluasi adalah perjalanan sistem, bukan hasil one man show kepala dinas atau kepala daerah," katanya.

"Artinya, ada transformasi. Bukan soal sistem yang sifatnya administratif saja, tapi mengukur kinerja, serta hasil program pembangunan," tuturnya.

Anas memaparkan, kerja aparatur sipil negara (ASN) jelas dan terukur. Program-programnya juga diefsienkan sesuai kebutuhan dan manfaat masyarakat.

"Berdasarkan perhitungan ini, kita berhasil menghemat Rp 213 miliar atau 13 persen dari total belanja langsung. Namun, tetap berorientasi hasil dan 100 persen program tetap berjalan," terangnya.

"Jadi program kita menganut azas money follow result, berorientasi ke manfaat program. Dengan pengukuran penilaian ini, kontribusi PNS dinilai dari adanya peningkatan kinerja, tidak hanya dari absensi," tandasnya sambil menambahkan, ASN di Banyuwangi selalu dilibatkan dalam setiap tahapan pembuatan kebijakan publik. 
(roi/bdh)

Source : detik.com