BERITA

Home Berita

Sistem Resi Gudang (SRG) Membantu Gundahnya Petani

images

11-06-2015

BANYUWANGI – Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 08/M-DAG/PER/02/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 37/M-DAG/PER/11/2011 tentang Barang yang dapat disimpan di Gudang dalam Penyelenggaraan Sistem Resi Gudang (SRG). SRG merupakan salah satu instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan. SRG dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau barang yang disimpan di gudang. Barang hasil panen petani selama ini tidak dapat dijadikan agunan kredit, karena belum ada aturan hukum yang mengaturnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Resi Gudang (SRG) bertempat di Gudang SRG Jalan Raya Sempu, Desa Tegal Arum Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi (8/6) pukul 09.00. Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Banyuwangi, Drs. Wiyono, M.Hum, hadir untuk membuka Bimtek Sistem Resi Gudang. Adapun peserta yang hadir antara lain dari Bappeda Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, petani, kelompok tani, koperasi dan perwakilan dari Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Sempu.

Bimbingan teknis tersebut dimaksudkan untuk memperluas informasi keberadaan gudang sebagai program SRG kepada petani dan pelaku usaha pertanian dengan tujuan agar petani, kelompok tani, gapoktan, pedagang dan koperasi yang bergerak di bidang usaha tani di Kabupaten Banyuwangi dapat memanfaatkan fungsi SRG dengan optimal sesuai dengan harapan.

Sistem Resi Gudang menjadi solusi alternatif bagi petani melakukan tunda jual komoditi pada saat harga jatuh, dengan skema SRG komoditi yang disimpan tetap menjadi milik petani selaku pemilik komoditi dengan dibuktikan adanya penerbitan surat bukti kepemilikan penyimpanan komoditi di gudang “resi gudang”. Dengan dokumen resi tersebut petani dapat mengagunkan resi ke Bank sebagai jaminan untuk mendapatkan pembiayaan. Adapun komoditi yang dapat di resi gudangkan antara lain : gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan dan karet. Menurut “Sugeng” PT. Pertani (persero) manfaat lain lain dari SRG antara lain : mempermudah akses kredit bagi pelaku usaha; memberikan  fleksibilitas waktu penjualan; mendorong pelaku berusaha secara berkelompok dan peningkatan produksi dengan standar/mutu; alternatif  instrumen  penyaluran kredit bagi perbankan yang lebih menarik; mendorong penyaluran kredit ke sektor pertanian; mendorong tumbuhnya industri pergudangan dan bidang usaha terkait SRG lainnya; sarana pengendalian sediaan (stock) nasional yang lebih efisien; menghindari/Jaminan: penyusutan dan kerusakan barang akibat kesalahan pengelola, kehilangan barang, kebakaran. (Ndi_9/6/2015)