BERITA

Home Berita

Tabuhan, Pulau Baru di Banyuwangi yang Bertaraf Internasional

images

13-11-2015

Banyuwangi - punya sebuah pulau baru yang baru dua tahun ini dipromosikan sebagai destinasi wisata. Namanya Pulau Tabuhan. Meski baru dua tahun tetapi pulau ini sudah  bertaraf internasional dan dikenal banyak orang.
 
Dua tahun belakangan, pulau Tabuhan di Banyuwangi namanya kian santer terdengar. Sebuah objek wisata bahari yang baru dibuka oleh Pemkab Banyuwangi ini menawarkan suguhan pantai eksotik, air laut yang jernih, serta biota laut yang indah. Lokasinya berada di Selat Bali tidak jauh dari pulau Menjangan di kawasan Taman Nasional Bali Barat yang namanya sudah popular terlebih dahulu.
 
Karena lokasinya strategis, Kini banyak paket wisata yang menawarkan perjalanan wisata bahari menuju ke pulau Tabuhan dan Menjangan. Pulau Tabuhan kian terkenal semenjak Pemkab Banyuwangi memasukkan pulau Tabuhan dalam agenda Banyuwangi Festival 2015 yang bertajuk Sport Ecotourism.
 
Sudah dua tahun ini Banyuwangi menggelar festival Tabuhan Island Pro Kiteboarding. Dalam jangka dua tahun saja, festival tersebut sudah bertaraf internasional yang diikuti 20 negara dan disponsori oleh sejumlah perusahaan besar industri selancar seperti Rip Curl, Airush, Freedom Kiteboarding Magazine dll.
 
Banyuwangi berhasil menyulap pulau kecil tak berpenghuni menjadi tujuan wisata bahari berskala internasional. Dalam hal ini Pemkab Banyuwangi membidik wisatawan luar negeri dan domestik dengan menyuguhkan wisata bahari yang tak kalah dengan pulau Bali.
 
Selain menyuguhkan budaya, wisata alam, dan wisata kuliner, Pemkab Banyuwangi dapat membagi hasrat tipe pelancong luar negri yang membolehkan 'telanjang' di pulau ini. Hal tersebut untuk mengantisipasi pengaruh budaya luar yang masuk ke Banyuwangi secara berlebihan kerena mayoritas penduduk Banyuwangi beragama muslim.
 
Kondisi geografis di pulau Tabuhan mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki surfpoint lain karena memiliki kecepatan angin yang tergolong konstan antara 20-25 knot. Kondisi tersebut sangat ideal untuk bermain selancar layang, maupun selancar angin.
 
Luas pulau Tabuhan hanya 5 hektare cukup dengan waktu 15 menit kita bisa mengelilingi pulau ini. Selain itu pulau Tabuhan juga menyuguhkan pantai yang indah serta pemandangan bawah laut yang tak kalah indah.
 
Pulau Tabuhan berasal dari bahasa Using (bahasa daerah Banyuwangi) yaitu tetabuhan yang berarti musik, karena di pulau ini anginnya sangat kencang dan berisik seperti musik, hingga disebut pulau Tabuhan.
 
Pada awalnya pulau ini digunakan tentara Jepang sebagai tempat mata-mata. Tak ayal di sana ada mercusuar peninggalan masa penjajahan Jepang yang masih berdiri dan sengaja dipertahankan walaupun pulau Tabuhan resmi dibuka menjadi destinasi wisata baru di Banyuwangi.
 
Namun tidak seperti mercusuar di pulau Lengkuas Belitung yang dapat dinaiki oleh wisatawan, mercusuar di pulau Tabuhan hanya dapat dilihat dari luar saja. Karena Pemkab Banyuwangi sangat menghargai situs sejarah, maka mercusuar tidak dibuka untuk wisatawan karena alasan keamanan dan mempertahankan kondisi mercusuar yang mulai rapuh karena kondisi angin di pulau Tabuhan sangat kencang. Dengan perhatian Pemerintah tersebut menambah poin plus dari segi historis di pulau Tabuhan.
 
Untuk menuju ke pulau Tabuhan, traveler harus transit di Banyuwangi terlebih dahulu. Perjalanan dapat dilakukan melalui perjalanan darat, laut dan udara. Perjalanan darat Surabaya-Banyuwangi kurang lebih 8 jam, sedangkan perjalanan darat dan laut Denpasar-Banyuwangi membutuhkan waktu 4 jam perjalanan.
 
Jika tidak mau membuang waktu perjalanan, bisa juga melalui jalur udara dari bandara Bali dan Surabaya menuju bandara Blimbingsari Banyuwangi. Maskapai yang tersedia yaitu Garuda dan Wings Air yang membutuhkan waktu 30-45 menit perjalanan. Kemudian dilanjutkan menuju tiga spot, bisa dari pantai Grand Watu Dodol, pantai Bangsring, dan resort Bangsring Breeze.
 
Untuk menuju ketiga spot tersebut sangatlah mudah karena berada di jalur pantura bisa menggunakan taksi, line, atau bus tujuan Surabaya lewat Situbondo kemudian turun di pantai Bangsring atau pantai Grand Watudodol. Jika memilih menggunakan akomodasi dari resort Bangsring Breeze bisa minta jemput kepada agen resort.
 
Harga tiket menuju pulau Tabuhan relatif mahal akan tetapi sebanding dengan panorama bahari yang disuguhkan. Untuk menuju ke sana bisa naik perahu tradisional milik nelayan setempat yang memang disediakan bagi wisatawan yang akan menyebrang ke pulau Tabuhan. Harga yang ditawarkan Rp 500 ribu untuk penyeberangan pulang-pergi dengan kapasitas 10 orang. Harga tersebut sudah termasuk peralatan senorkeling dan pelampung.
 
Untuk menyiasati anggaran agar lebih murah, pergilah berkelompok bersama teman-teman atau bergabunglah dengan kelompok lain di sana yang akan menyeberang ke pulau Tabuhan, dengan ini biaya menyeberang ke pulau Tabuhan akan terasa lebih ringan karena ditanggung bersama. Jangan khawatir selama perjalanan anda akan ditunggu oleh nelayan setempat hingga Anda pulang, serta diberi panduan keselamatan selama di perjalanan.
 
Bagi yang ingin mengikuti paket tur pulau Tabuhan dan Menjangan bisa menghubungi Kantor Pemasaran Pariwisata Banyuwangi di Jalan A. Yani 78 Banyuwangi. Untuk pergi ke sana disarankan untuk membawa bekal makanan dan jangan lupa bawa kembali sampahnya. Selamat berlibur di pulau Tabuhan! (detiktravel/Nauval Afnan)(rzl)