5.000 Anak Banyuwangi Diajak Festival Mainan Tradisional

Banyuwangi - Ribuan siswa SD diajak bermain tradisional massal di Taman Blambangan, Banyuwangi. Kegiatan ini dikemas dalam Festival Mainan Anak Tradisional. Total 5.000 siswa yang bergabung dari 24 kecamatan.

"Ini kegiatan pertama kali di Banyuwangi, tujuannya mengajak siswa mengenali berbagai permainan tradisional," kata Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono kepada detikcom di lokasi, Senin (15/06/2016).

Menurutnya, dalam festival ini ada 15 permainan yang dimainkan para siswa. Permainan ini merupakan khas suku Using Banyuwangi. Beberapa diantaranya dagonga, egrang, gobaksodor, lari karung, layangan, gasingan dan dakon.

Tak hanya sekadar bermain, para siswa ini dilomba kepiawaiannya dalam memainkan permainan tradisional tersebut. Bahkan, para juara akan membawa pulang piala bupati.

"Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan, harapannya permainan tradisional ini tak akan punah. Sebab berbagai permainan ini mulai ditinggalkan, bahkan banyak yang tak mengenal," tegas Sulihtiono.

Dia menambahkan, jambore ini tak hanya sekadar bermain. Kegiatan ini sebagai media pembelajaran para siswa. Diantaranya, mengasah sikap gotong-royong, kebersamaan dan saling menghargai.

"Dalam permainan ini tak bisa ada yang merasa paling hebat, tapi semua kebersamaan, saling bekerjasama," tegasnya.

Dari sekian permainan ini, permainan dagongan yang paling menyedot perhatian. Permainan ini mirip tarik tambang. Bedanya, tali yang digunakan adalah bambu panjang. Para pemain bukan salin tarik untuk mengalahkan lawannya, melainkan saling dorong. Bagi kelompok yang ambruk dan keluar dari batas yang ditentukan berarti kalah.
(fat/fat)(detiknews.com)(rzl)

 

  • BAGIKAN :