BERITA

Home Berita

Genjot Pelayanan Kesehatan, 3 Gedung Baru Diresmikan Bupati Anas

images

12-10-2015

Banyuwangi - Perbaikan layanan dan infrastruktur kesehatan di pelosok Banyuwangi terus digenjot. Seperti di Desa Mangir, Rogojampi, sedikitnya tiga gedung baru seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap VIP dan ruang kelas satu Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi, dibuka dan diresmikan langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tiga gedung tersebut jadi prioritas dan mendesak untuk dibangun lantaran jumlah pasien yang datang berobat tak sebanding dengan ruangan yang ada. Selain itu, lokasi desa yang berjauhan dengan pusat kota menjadikan RSNU sebagai alternative singgahan pelayanan kesehatan di sektor selatan Banyuwangi.

"Jumlah pasien yang datang lebih banyak dibanding ruangan yang ada. Jika ini tidak kami antisipasi, maka pasien yang berkunjung akan merasa kurang nyaman. Karena itu dibangunlah tiga gedung ini yang bertujuan untuk menambah fasilitas yang sudah ada dan memperbaiki layanan kami pada masyarakat," beber Direktur RSN, dr. Ika Rahayu Susanti, Sabtu (10/10/2015).

Saat meresmikan gedung RSNU, Anas sempat berkeliling ruangan sambil memantau perubahan pesat di layanan kesehatan ini. Moment yang saat itu bersamaan dengan baksos operasi katarak bagi warga tak mampu tak pelak membuat gedung ini ramai dipadati pasien. Sebanyak 109 pasien katarak dan 17 dokter diterjunkan oleh RSNU, PT Sidomuncul dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur.

Anas cukup memberikan apresiasi pada progress pertumbuhan RSNU cukup baik. Lantaran saat awal  kondisi RSNU serba terbatas, baik fasilitas serta dokter yang jumlahnya kurang. Untuk kebutuhan akan dokter, secara bertahap juga akan dipenuhi oleh pemkab. Pasalnya Pemkab telah membuat kesepakatan dengan UNAIR untuk memenuhi tenaga spesialis di rumah sakit – rumah sakit yang ada di Banyuwangi.

"Dalam waktu dekat  UNAIR akan menambah satu fakultas lagi, yaitu Fakultas Kedokteran, sehingga ke depan kita tidak perlu bingung lagi untuk mencari tenaga dokter," tandas Anas. 
(detikcom/jor)(rzl)