BERITA

Home Berita

Gunung Raung Siaga, Warga Masih Bertahan

images

30-06-2015

Dua Kali Dentuman Lemah Disertai Semburan Api Dari Puncak Gunung Raung

Banyuwangi - Gunung Raung di perbatasan Banyuwangi, Bondowoso dan Jember, Provinsi Jatim, oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sejak, Senin (29/6) dinyatakan berstatus Siaga (level III), menyusul terjadinya dua kali dentuman letusan lemah dan semburan api, Minggu (28/6) malam. Namun demikian, ribuan warga yang tinggal di 23 desa di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, berjarak sekitar 10-12 kilometer dari titik puncak kawah, hingga Selasa (30/6) tadi pagi tetap bertahan dan menolak untuk meninggalkan rumah mereka.

“Ada puluhan desa di enam kecamatan, masing-masing Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Genteng, Singojuruh, Songgon, dan Sempu yang rawan terkena lemparan material manakala Gunung Raung erupsi. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI, dan pemangku kepentingan Gunung Raung atau PVMBG Bandung,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Kusiyadi yang dikonfirmasi Senin sore dan diulang kembali, Selasa pagi.

Diakui Kusiyadi, bahwa mendengar dua kali dentuman lemah disertai semburan api dari puncak G Raung, Minggu tengah malam, sempat membuat warga sekitar puncak gunung cemas karena semburan abu vulkanik sudah menerpa mereka.

“Sesuai informasi dari petugas Pos Pantau G Raung dari PVMBG Bandung, sejak Januari lalu kegiatan vulkanik G Raung meningkat cukup tajam. Makanya PVMBG melarang para pendaki mendekati daerah terlarang (tertutup) pada radius 2 kilo meter dari puncak,” ujar Kusiyadi.

Masih menurut Kusiyadi, pada Januari yang lalu aktivitas G. Raung masuk ke level Waspada. Menurut data seismik, aktivitas menunjukkan gempa tremor mencapai 83 kali dengan amplitude 13-32 milimeter dan lama gempa 96-3.130 detik. “Namun warga yang tinggal di sekitar puncak gunung saat itu tidak terlalu kaget,” ujarnya.

Sementara itu sedikitnya ada sekitar 3.857 jiwa penduduk yang tinggal di tiga dusun, satu dusun masuk wilayah Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari dan dua dusun di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, yang berjarak 12 kilometer dari kawah Gunung Raung di Kabupaten Bondowoso sudah merasakan guyuran hujan abu cukup lebat. “Memang hujan abu yang cukup tebal dan suara gemuruh gempa sempat membuat masyarakat gunung itu agak was-was, cemas,“ ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso, Hendri Widotono.

Jalur Evakuasi
Abu vulkanik Gunung Raung sudah mengarah ke permukiman penduduk di Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, memaksa BPBD Bondowoso melakukan rencana kontijensi menyusul status Siaga G Raung. Mereka kini disibukkan mempersiapkan jalur evakuasi manakala G. Raung benar-benar meletus.

“Kami bersama jajaran Polri dan Kodim sudah menyiapkan titik-titik kumpul para pengungsi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso Hendri Widotono, tadi pagi. Mulai Senin pagi hingga tengah hari kemarin BPBD sudah membagikan 7.000 masker kepada warga di kawasan rawan bencana (KRB) dan pengguna jalan di Kecamatan Sumberwringin.

Saat ini ada tiga lokasi pengungsian yang telah ditetapkan BPBD Bondowoso untuk KRB di Kecamatan Sumberwringin, yakni Lapangan Desa Sumberwringin, SMPN 1 Sumberwringin serta dan Balai Benih Ikan (BBI), ujar Hendri yang berada di Dusun Legan, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, berjarak 11 kilometer dari puncak G. Raung.

Di Kecamatan Sumberwringin terdapat tiga desa yang masuk dalam KRB letusan Gunung Raung, yakni Desa Tegaljati, Sumberwringin dan Rejoagung. Di ketiga desa itu ada sekitar 2.000 orang yang berpotensi terdampak letusan. Selain di Kecamatan Sumberwringin, ada dua desa lagi di Kecamatan Tlogosari yang juga terdampak bencana Raung. PVMBG Status Gunung Raung di Jawa Timur meningkat menjadi Siaga. Jika mengamati gunung api ini dari angkasa terlihat kawah yang menyerupai mangkuk raksasa. Ukuran dinding kawah gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso, Jember dan Banyuwangi ini lumayan besar. "Diameter mangkuk itu 2 kilometer dan kedalaman 500 meter. Ukuran mangkuk gunung api rata-rata diameter 2 kilometer," kata

Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Bandung, Gede Swastika yang dikonfirmas tadi pagi menjelaskan, bahwa mangkuk G Raung merupakan tameng material vulkanis bila terjadi letusan. Menurut dia, penerapan status Siaga ini karena telah terjadi peningkatan aktivitas letusan abu dan lontaran material pijar di kawah puncak. Juga ada amplituda tremor meningkat terus secara signifikan sampai hari ini pukul 06.00 WIB dengan amplituda rata-rata 21 mm.

PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar G. Raung diminta tetap tenang, tidak mendengarkan isu-isu tentang letusan Gunung Raung kecuali dari PVMBG, ujar Gede.

PVMBG, kata Gede, selalu berkoordinasi dengan BPBD Jatim dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember. Ancaman erupsi berupa material vulkanik yang sebaran materialnya berupa aliran lava, hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) di sekitar kawah dalam radius 3 km dari pusat erupsi. Sedangkan wilayah di luar 3 km dari pusat erupsi merupakan kawasan yang berpotensi terlanda hujan abu, bergantung arah dan kekuatan angin. (suarapembaruan)(rzl)