BERITA

Home Berita

Ini Cara Kerja Penanganan Call Center Lansia Papa di Banyuwangi

images

03-02-2017

Informasi dari warga yang masuk ke call center lansia di nomor 0822-5724-6373 dan WhatsApp 0853-3653-0339 sesuai SOP harus ditangani tak lebih dari 4 jam usai laporan. Bagaimana cara kerja dan penanganan tim?

Selain menerima aduan melalui nomor call center, tim ini juga menanggapi laporan melalui media sosial dan surat elektronik. Laporan tersebut langsung didistribusikan ke instansi yang terkait.

Seperti, bagian kesejahteraan rakyat (kesra), pihak Kecamatan dan puskesmas terdekat guna penanganan perawatan lebih lanjut. Petugas akan segera datang ke rumah warga miskin tersebut untuk diberi penanganan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga telah menginstruksikan seluruh kepala desa di Banyuwangi untuk jemput bola melakukan pengecekan kepada warganya. Penanganan dan pelayanan bagi warga lansia yang menderita sakit bisa menggunakam anggaran dana desa yang telah dikucurkan oleh pemerintah.

"Pemerintah desa harus berani jemput bola, memberi pelayanan langsung ke warga lansia yang sesuai kriteria. Apalagi anggaran dana desa cukup besar, maka tidak ada alasan lagi bagi pemerintah desa untuk tidak memberikan pelayanan kepada warganya yang miskin dan sakit," tegas Anas, Kamis (2/2/2017).

Secara gamblang, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Agus Siswanto menjelaskan bagi pelapor yang melakukan aduan ke nomer hotline bisa membantu memberikan keterangan. Semisal, nama, alamat, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, serta foto rumah kondisi tempat lansia tinggal. Penanganan yang diberikan pada lansia juga beragam, seperti pengobatan rutin hingga makanan tambahan bergizi bagi lansia.

Pemkab Banyuwangi juga bersinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk turut mengentaskan kemiskinan warga. Baznas diharapkan menjadi katup pengaman bagi warga yang perlu segera dibantu.

"Baznas bisa menjadi mitra strategis pemkab dalam menangani masalah kemasyarakatan yang membutuhkan penanganan cepat. Meskipun APBD telah menyediakan anggaran yang besar karena ada beberapa hal yang tidak bisa ditangani APBD dengan cepat karena terkait aturan," tutup Agus. 
(bdh/bdh)

source : detik.com