BERITA

Home Berita

Setelah Matta Fair, Pariwisata Banyuwangi Juga Dipromosikan di Bandara KLIA Malaysia

images

25-03-2019

KUALA LUMPUR – Pariwisata Banyuwangi dipromosikan secara masif di Kuala Lumpur, Malaysia. Difasilitasi Kementerian Pariwisata, event Banyuwangi Cultural Week digelar di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia dari 20 - 24 Maret 2019.

Banyuwangi Cultural Week adalah event berupa exhibition (pameran) bergaya galeri. Pavilion Indonesia menampilkan potret pariwisata Banyuwangi, mulai destinasi wisata alam, kuliner dan kebudayaan. Kegiatan ini digelar di  stage area, Level 5 Hall Keberangkatan, Gedung Terminal Utama KLIA, Kuala Lumpur, Malaysia.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Aksesibilitas Judi Rifajantoro, mengatakan bandara utama Kuala Lumpur dipilih sebagai venue karena  merupakan pintu keluar masuk  serta sebagai meltingpot. Posisinya sangat strategis untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

"Rata-rata pergerakan penumpang harian untuk tahun 2018 di kedua terminal KLIA adalah sekitar 170.000 penumpang. Kementerian Pariwisata  memanfaatkan lalu lalang pengunjung KLIA tersebut untuk memasarkan Banyuwangi di Malaysia," kata Judi saat melaunching event ini, Rabu (20/3).

Turut hadir dalam acara tersebut, pengelola bandara KLIA Megat Ardian Wira, Branch Manager Citilink di Kuala Lumpur M Dikdik Mulyana, dan Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M Yanuarto Bramuda.

“Banyuwangi Cultural Week 2019 yang berkolaborasi dengan maskapai nasional Citilink ini adalah event spesial. Ada banyak warna eksotis Banyuwangi yang ditampilkan. Hal ini sangat bagus untuk mendukung pergerakan wisatawan dari Kuala Lumpur ke Banyuwangi. Sebab, potensi pasar di sini sangat kompetitif,” ungkap Judi.

Judi pun menambahkan, promosi ini dilangsungkan di Kuala Lumpur karena sejak Desember 2018 lalu telah dibuka rute penerbangan langsung Kuala Lumpur - Banyuwangi.

“Potensi promosi di KLIA sangat besar, Sseiring direct flight dari KL ke Banyuwangi, promosi di sini bagus untuk pengembangan pariwisata Banyuwangi," terang Judi.

Acara launching Banyuwangi Cultural Week 2019 ini dimeriahkan dengan Tari Gandrung Keter, Jak Ripah, Sorote Lintang, juga Rodat Siiran. Suasana semakin hangat dengan kenikmatan kopi khas Indonesia. Ada juga workshop hingga panel exhibition.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan apresiasinya yang tinggi kepada pemerintah pusat yang telah memfasilitasi promosi pariwisata Banyuwangi di Malaysia sejak 15 hingga 24 Maret mendatang.

"Ini menjadi spirit baru dan penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi mengembangkan pariwisata Banyuwangi. Bagi Banyuwangi, ini sangat membantu Banyuwangi mengejar target 100 ribu wisatawan Malaysia ke Banyuwangi," kata Anas.

Sejak pekan lalu, pariwisata Banyuwangi telah dipasarkan di Malaysia. Dimulai dari mengikuti Matta Fair 2019, pameran pariwisata  terbesar di Malaysia pada 15 - 17 Maret 2019. Berlanjut, Banyuwangi diundang untuk mengikuti Indonesia Archipelago Exhibition 2019 yang digelar di Kedutaan Besar RI di Malaysia. Sebuah ajang promosi untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia serta mendorong investasi asing dan wisatawan mancanegara asal Malaysia.

"Kini, Banyuwangi bahkan dipromosikan di KLIA. Event ini tentu akan memberikan dampak positif bagi pariwisata Banyuwangi, bahkan Indonesia secara keseluruhan. Sebab, arus kunjungan wisatawan dari keberangkatan Kuala Lumpur akan makin optimal. Efek positifnya akan terus berlangsung lama,” pungkas Anas. (*)