Bappeda Gelar FGD : Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Banyuwangi

Keseriusan pemerintah kabupaten Banyuwangi dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, digelarnya acara Focus Group Discussion (FGD) tentang penyusunan dokumen peta jalan Pemajuan kebudayaan Banyuwangi yang dilaksanakan oleh bidang kesejahteraan rakyat dan pemerintahan, Bappeda kabupaten Banyuwangi bertempat di Ruang Pangripta lt. III Bappeda Banyuwangi, Senin (05/04/21)

Pelaksanaan FGD Pemajuan kebudayaan dihadiri Perwakilan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat Banyuwangi, Budayawan, Aliansi masyarakat adat nusantara (AMAN), dari Akademisi antara lain: Universitas Negeri Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan Universitas PGRI Banyuwangi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Banyuwangi, Banjoewangi Tempo Doeloe (BTD), dan bidang-bidang Bapedda Kabupaten Banyuwangi.

Narasumber dalam kegiatan FGD antara lain Dr. Wisnu, M.Hum, Daru Surya Putra, SE, I Kadek Yudiana, M.Pd, Miskawi, M.Pd dan selaku moderator acara Dr. Kundofir, ST., M.Pd<br />
Kegiatan FGD berjalan dengan lancar dan menarik lantaran dari setiap undangan banyak memberikan sumbangsi dan saran pokok pikiran demi kesempurnaan dokumen peta jalan Pemajuan kebudayaan yang akan dirumuskan dan yang nantinya ikut menjadi bagian dari strategi kebudayaan nasional serta mendukung kepariwisataan.

Dalam sesi diskusi Agus In’amullah, S.IP menyampaikan UU Pemajuan Kebudayaan lebih menekankan pada aspek pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan, jadi UU Pemajuan Kebudayaan akan membuat Kebudayaan menjadi lebih tangguh.

Kabupaten Banyuwangi banyak memiliki Objek Pemajuan kebudayaan yang harus terinventarisasi dengan baik dan termasuk didalamnya harus memiliki misi pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan untuk pemajuan kebudayaan daerah Kabupaten Banyuwangi. Sekali lagi Banyuwangi harus contoh bagaimana pengembangan kebudayaannya maju pesat, &#8220;tegasnya.
Hal tersebut juga ditambahkan oleh Daru Surya Putra, SE.
Banyuwangi adalah contoh daerah yang pengembangan kebudayaannya sangat lengkap Mulai dari manuskrip, tradisi lisan, ritus, adat istiadat, teknologi tradisional, pengetahuan tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional dan perlu ditambah lagi dengan cagar budaya, &#8221; tegasnya.

Melalui FGD ini dicapai satu kesepahaman bahwa draft peta jalan pemajuan kebudayaan Banyuwangi dan penyusunan dokumen peta jalan ini tidak hanya menyusun pengembangan kebudayaannya secara administratif, tetapi juga telah mengupayakan pemajuannya secara konsisten. (Miskawi).

Link Terkait