Bagikan:

Hambatan Terberat Geopark adalah Kemitraan

Banyuwangi- ekonomi.

Masih dalam rangkaian penyusunan geotrail ijen geopark , diskusi bersama stakeholder, pelaku wisata, mitra ijen geopark dilakukan identifikasi berbagai hal di salah satu cafe tempat tongkrongan anak muda di dalam situs budaya (culture site) Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Saat ini geopark ijen seolah baru lahir kembali, kesuksesan assesment Ijen Geopark pada Juni tahun lalu bukanlah akhir dari kegiatan geopark ijen, namun justru menjadi titik balik awal konsep pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Mulai dari edukasi, pemberdayaan masyarakat (empowerment), hingga konservasi.

Hal yang terberat yang dirasakan hampir seluruh badan pengelola geopark adalah pada bagian awal dalam kemitraan. Tidak terkecuali ijen geopark, yakni meyakinkan kepada mitra tentang branding ijen geopark.

Identifikasi dalam rangkaian kegiatan ini diawali dengan memetakan wilayah, geosite, biosite, culture site, berdasarkan kondisi luas, jarak, sejarah ke-geologi-an, budaya, dan sebagainya.

Tentang mitra juga menjadi salah satu indikator yang akan memperkuat setiap geotrail yang disusun. “Kedepan mitra memiliki peran yang sangat vital bagi Pengelola Geopark, dan harus dilakukan standarisasi agar ritmenya sama, yang belum sesuai standar didampingi hingga memenuhi standard yang ditetapkan”, tukas Yan Parhas, S.I.P., M.A. salah satu narasumber yang mengawal kegiatan ini.

Diskusi berjalan sangat dinamis, hampir semua peserta menyumbangkan buah pikirannya, hingga siang hari diskusi berjalan “gayeng”.

“Hasil diskusi ini sangat bagus dan perlu segera di-diseminasikan ke stakeholder”, imbuh Ardian, S.T., Fungsional Perencana Bappeda yang selalu hadir mendampingi diskusi. (mz2-ek).

_________