Banyuwangi – ekonomi.
Penetapan status Ijen AUGGp menjadi Global Geopark tahun ini merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu oleh segenap pegiat geopark dan Pemerintah Kabupaten. Momen berharga ini banyak dimanfaatkan oleh pengelola ijen, mitra, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Ijen Geopark.
Beberapa waktu lalu Ijen Geopark Youth Forum (IGYF) melaksanakan kegiatan dalam rangka merefresh anggotanya, kali ini capacity building yang diadakan di Kecamatan Licin, di kaki Gunung Ijen dan di Geosite Watudodol Kalipuro diikuti oleh siswa siswi setingkat SMP yang sudah dinobatkan sebagai Ijen Geopark Ambassador (Duta Geopark) pada tahun lalu. Duta Geopark ini merupakan perwakilan dari sekolah di seluruh Kabupaten Banyuwangi.
Pada kegiatan ini peserta akan banyak diberikan materi penguatan kapasitas, diantaranya untuk mencintai alam, menjaga dan merawatnya dengan cara yang paling sederhana, sesuai dengan apa yang bisa dikerjakan anak-anak seusianya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni 18 – 19 Maret 2023 ini bertujuan untuk merefresh kembali pengetahuan kegeoparkan, mengangkat isu potensi dan permasalahan dalam pengembangan Ijen Geopark, menguatkan keakraban antar duta, dengan game-game yang membuat peserta tidak bosan.
Dalam sebuah game yang dibuat panitia, peserta menyampaikan beberapa solusi yang disusun dari permasalahan yang mereka identifikasi mandiri secara berkelompok. “Kami senang dengan acara ini, disini diajarkan pengetahuan geopark, serta belajar berbicara di depan umum, meskipun saat ini baru dihadapan teman teman peserta”, Ujar salah satu ambassador.
“Regenerasi harus terus berjalan, ada youth forum, ada duta geopark, ini semata agar edukasi bisa berjalan tepat sasaran, Ijen Geopark bisa dikenal dan dipahami oleh seluruh lapisan”, jelas Kabid Ekonomi Bappeda Kabupaten Banyuwangi drh. M. Lukman Hadi usai penutupan acara di Licin.
(Mz2-ek).
